LEBBI, ANDI FEBIANGI RAJENG (2025) Analisis Nilai Tambah dan Produktivitas Pembuatan Gula Aren Semut dan Cetak di KTH Karya Baru Desa Bonto Manurung Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros = Analysis of Added Value and Productivity of Palm Sugar Production in KTH Karya Baru, Bonto Manurung Village, Tompobulu Subdistrict, Maros Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211012-WUcOIL2bvnY7JTdt-20250622212705.jpg
Download (509kB) | Preview
M011211012-1-2.pdf
Download (366kB)
M011211012-dp.pdf
Download (210kB)
M011211012-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 June 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Tanaman aren (Arenga pinnata) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Masyarakat di wilayah ini, khususnya anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Karya Baru, telah menjadikan pohon aren sebagai sumber mata pencaharian utama melalui kegiatan penyadapan nira yang diolah menjadi gula aren semut dan gula aren cetak. Pengolahan gula dilakukan secara tradisional dan turun-temurun, namun mampu menopang ekonomi keluarga dan merepresentasikan bentuk kearifan lokal yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi gula aren dari tahap penyadapan hingga menjadi produk akhir, menganalisis besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan nira menjadi gula semut dan gula cetak, serta menghitung tingkat produktivitas dari masing-masing jenis pengolahan gula. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan teknik sensus terhadap seluruh anggota KTH Karya Baru yang terlibat aktif dalam proses produksi gula aren. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara menggunakan kuisioner, serta dokumentasi kegiatan lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah dan metode produktivitas parsial POSPAC untuk menilai efisiensi produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gula semut memberikan nilai tambah sebesar Rp 6.300/kg (95,45%) dengan tingkat keuntungan 84%, sedangkan gula cetak menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 3.129/kg (91%) dengan keuntungan 77%. Dari segi produktivitas, gula cetak memiliki produktivitas yang lebih tinggi yaitu 0,950 kg/jam dibandingkan gula semut yang hanya 0,621 kg/jam. Perbedaan ini disebabkan oleh waktu pemasakan yang lebih panjang dan proses pengeringan pada gula semut. Meskipun produktivitas gula cetak lebih tinggi, dari sisi ekonomi gula semut lebih menjanjikan karena memberikan keuntungan bersih yang lebih besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diversifikasi dan peningkatan kualitas produk gula semut dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong pengembangan agroindustri gula aren yang berkelanjutan di wilayah perdesaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gula aren, nilai tambah, produktivitas, nira aren, KTH Karya Baru |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 27 Nov 2025 23:53 |
| Last Modified: | 27 Nov 2025 23:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51032 |
