Tinjauan Hukum Penetapan Calon Tunggal Kepala Daerah Tanpa Mekanisme Kolom Kosong Dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara = Legal Review for an Assingment of a Single Candidate for Regional Head Without an Empty Column Mechanism from The Perspective of State Administrative Law


AURELYA, NYLA (2025) Tinjauan Hukum Penetapan Calon Tunggal Kepala Daerah Tanpa Mekanisme Kolom Kosong Dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara = Legal Review for an Assingment of a Single Candidate for Regional Head Without an Empty Column Mechanism from The Perspective of State Administrative Law. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
B021211065-rXzbRgDTPjLBHEUM-20250820153944.jpeg

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B021211065-1-2.pdf

Download (193kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B021211065-dp.pdf

Download (102kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
B021211065-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 August 2027.

Download (851kB)

Abstract (Abstrak)

NYLA AURELYA (B021211065). Tinjauan Hukum Penetapan Calon Tunggal Kepala Daerah Tanpa Mekanisme Kolom Kosong Dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara. Dibimbing oleh Fajlurrahman Jurdi sebagai Pembimbing. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis ketentuan hukum mengenai penetapan calon dan mengkaji implikasi hukum dari penetapan calon tunggal kepala daerah tanpa mekanisme kolom kosong dalam perspektif Undang-Undang Pilkada. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif, dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, serta pendekatan kasus. Jenis bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, yaitu: (1) Penetapan calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah telah diatur dalam UU No. 10 Tahun 2016, PKPU No. 1 Tahun 2020, dan ditegaskan melalui Putusan MK No. 100/PUU-XIII/2015. Namun terdapat ketidaksesuaian antara aturan dan pelaksanaannya. Penetapan calon tunggal memang merupakan wewenang KPU yang sah, tetapi tetap harus memperhatikan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; (2) Kasus calon tunggal tanpa kolom kosong dalam Pilkada Banjarbaru 2024 mencerminkan pelanggaran terhadap Pasal 1 ayat (2) UUD 1945. Ketentuan Pasal 54C UU No. 10 Tahun 2016 dan Pasal 9 PKPU No. 1 Tahun 2020 secara tegas mensyaratkan keberadaan kolom kosong sebagai dasar pelaksanaan pemilihan calon tunggal. Namun, dalam implementasinya masih terdapat pengabaian oleh KPU yang menyebabkan diskualifikasi kemenangan pasangan calon sehingga pemilihan ulang harus dilaksanakan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kolom Kosong, Calon Tunggal, Pilkada
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Hukum Administrasi Negara
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 27 Nov 2025 07:05
Last Modified: 27 Nov 2025 07:05
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51013

Actions (login required)

View Item
View Item