PREFERENSI KETERTARIKAN Spodoptera frugiperda (J. E. SMITH) (Lepidoptera: Noctuidae) TERHADAP BEBERAPA EKSTRAK TANAMAN MELALUI METODE RESPON OLFACTORY SERANGGA = ATTRACTION PREFERENCES OF Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) TO VARIOUS PLANT EXTRACTS ASSESSED BY AN INSECT OLFACTORY RESPONSE ASSAY


RUSISAH, AHMAD MAKKASAU (2025) PREFERENSI KETERTARIKAN Spodoptera frugiperda (J. E. SMITH) (Lepidoptera: Noctuidae) TERHADAP BEBERAPA EKSTRAK TANAMAN MELALUI METODE RESPON OLFACTORY SERANGGA = ATTRACTION PREFERENCES OF Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) TO VARIOUS PLANT EXTRACTS ASSESSED BY AN INSECT OLFACTORY RESPONSE ASSAY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G022212007-5CYM7mznlajLsoGZ-20250630094834.jpg

Download (486kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G022212007-1-2.pdf

Download (911kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G022212007-dp.pdf

Download (574kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G022212007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 May 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) telah menjadi hama utama tanaman jagung di Provinsi Sulawesi Selatan. Pengendalian hama S. frugiperda yang umum dilakukan adalah dengan menggunakan insektisida sistemik dan kontak. Dampak negatif penggunaan insektisida pada lingkungan dan masyarakat mendorong perlunya alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang berpotensi adalah penggunaan senyawa atraktan berbasis tanaman lokal Indonesia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penggunaan senyawa semiokimia melalui senyawa kairomon yang bersifat atraktan dapat menjadi solusi pertanian yang baik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon S. frugiperda terhadap ekstrak dari Pennisetum purpureum, Solanum lycopersicum, dan Galinsoga parviflora sebagai sumber kairomon atau atraktan. Metode. Penelitian dilakukan menggunakan uji preferensi dengan olfaktometer tabung Y dengan aerator bertegangan AC 220-240 V / 50 Hz, daya 5W, output 2x4 L/min, dan tekanan 0,018 MPa selama 30 menit untuk setiap pengujian dan pelarut ekstrak yang berbeda, yaitu Metanol, Etil Asetat, dan N-Heksan. Pengujian dilakukan pada konsentrasi 2% sebanyak 0,5 ml dengan 10 ulangan untuk setiap pelarut. Ekstrak ditempatkan dalam botol kaca yang terhubung dengan selang menuju lengan masing-masing tabung Y. Variabel yang diamati meliputi durasi kunjungan dan proporsi ketertarikan S. frugiperda terhadap ekstrak yang diuji. Data dianalisis dengan uji T-test berpasangan pada α = 0,05 menggunakan software IBM SPSS Statistik ver. 29. Hasil. Ekstrak daun S. lycopersicum memiliki rerata durasi kunjungan imago S. frugiperda terlama, yaitu 17 menit 46 detik, dengan pelarut Etil Asetat, dan perbedaan yang signifikan (p = 0,000) dibandingkan dengan G. parviflora. Proporsi ketertarikan pada 5 hingga 20 menit berturut-turut mencapai 90% pada G. parviflora dengan pelarut Metanol pada pengujian dengan P. purpureum. Kesimpulan. Secara keseluruhan, S. lycopersicum menjadi pilihan terbanyak bagi imago S. frugiperda, yang mengindikasikan bahwa ekstrak daun S. lycopersicum berpotensi sebagai sumber kairomon atau atraktan untuk menarik imago S. frugiperda.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Atraktan, Galinsoga parviflora, Kairomon, Pennisetum purpureum, Solanum lycopersicum.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Hama dan Peny. Tumbuhan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 25 Nov 2025 05:37
Last Modified: 25 Nov 2025 05:37
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50973

Actions (login required)

View Item
View Item