Evaluasi Mutan Krisan (Chrysanthemum morifolium) Hasil Poliploidisasi Bio-Catharanthine pada Berbagai Konsentrasi BAP Secara In-Vitro = Evaluation of Chrysanthemum Mutants (Chrysanthemum morifolium) Resulting from Bio-Catharanthine Polyploidization at Various BAP Concentrations In-Vitro


SARTIKA, SARTIKA (2025) Evaluasi Mutan Krisan (Chrysanthemum morifolium) Hasil Poliploidisasi Bio-Catharanthine pada Berbagai Konsentrasi BAP Secara In-Vitro = Evaluation of Chrysanthemum Mutants (Chrysanthemum morifolium) Resulting from Bio-Catharanthine Polyploidization at Various BAP Concentrations In-Vitro. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G011211060-3mJGpv70WhEHUYZS-20250628102430.jpg

Download (350kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G011211060-wuWYlcprbM45BC62-20250628102430.pdf

Download (722kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G011211060-dp.pdf

Download (344kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G011211060-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 June 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Krisan (Crysanthemum morifolium) merupakan komoditas florikultura bernilai tinggi, namun kualitas ekspor Indonesia masih rendah. Upaya peningkatan kualitas dapat dilakukan dengan melalui induksi mutasi secara in-vitro menggunakan Bio-Catharanthine.Tanaman mutan hasil induksi tersebut kemudian diberikan perlakuan berbagai konsentrasi BAP (Benzil Amino Purine) untuk menstimulasi pertumbuhan mutan sehingga menghasilkan tanaman krisan dengan kualitas lebih baik. Tujuan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis pertumbuhan beberapa mutan krisan pada berbagai konsentrasi BAP. Metode. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, sejak Agustus hingga Desember 2024. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terpisah dalam Rancangan Acak Kelompok dengan petak utama berupa konsentrasi BAP 0 ppm, 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm dan 2,0 ppm, serta anak petak terdiri dari 9 mutan dari 3 tetua yaitu Pinka Pinky, Lolipop, dan Maruta. Hasil. Interaksi antara konsentrasi BAP dan mutan krisan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan in-vitro. Konsentrasi 1 ppm memberikan hasil terbaik pada waktu bertunas (4,17 HST), waktu berakar (5,67 HST), pembentukan planlet (6,67 HST), jumlah daun (29,00 helai), dan tunas (2,50 tunas). Konsentrasi 2 ppm menghasilkan jumlah akar (16,83 buah) dan ruas (16,33) terbanyak, sedangkan 0,5 ppm memberikan tinggi planlet tertinggi (17,25 cm). Beberapa mutan menunjukkan terjadi perubahan jumlah set kromosom dan semua karakter menunjukkan heritabilitas tinggi. Kesimpulan. Konsentrasi BAP 1 ppm merupakan perlakuan paling efektif dalam mendorong pertumbuhan mutan dengan respons terbaik ditunjukkan oleh mutan ketiga maruta.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Mutan, Krisan, Bio-Catharanthine, BAP, In-Vitro.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 25 Nov 2025 02:53
Last Modified: 25 Nov 2025 02:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50968

Actions (login required)

View Item
View Item