Kerjasama Kebudayaan di Makassar 1949-1951 (Sticusa dan Yayasan Pusat Kebudayaan Indonesia Timur = Cultural Cooperation in Makassar 1949-1951 (Sticusa and the East Indonesia Cultural Center Foundation)


AIDID, MUH. AQRAM (2025) Kerjasama Kebudayaan di Makassar 1949-1951 (Sticusa dan Yayasan Pusat Kebudayaan Indonesia Timur = Cultural Cooperation in Makassar 1949-1951 (Sticusa and the East Indonesia Cultural Center Foundation). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F061201005-Cover.jpg

Download (59kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F061201005-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (442kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F061201005-dp(FILEminimizer).pdf

Download (15kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F061201005-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 13 June 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini berjudul Kerjasama Kebuayaan di Makassar 1949-1951 (Sticusa dan Yayasan Pusat Kebudayaan Indonesia Timur. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses terjadinya kerjasama dalam bidang kebudayaan antara Stichting voor Culuture Samenwerking dan Yayasan Pusat Kebudayaan Indonesia Timur dengan dinamika dan faktor-faktor yang mempengaruhi kerjasama yang mereka jalankan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode sejarah mulai dari pengumpulan sumber berupa sumber tulisan, dokumen, buku, dan foto yang diperoleh dari studi arsip dan pustaka. Sumber utama diperoleh dari Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Sulawesi Selatan serta Arsip Kota Makassar. Setelah pengumpulan sumber, selanjutnya dilakukan kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah. Permasalah utama dalam penelitian ini membahas mengenai tentang proses masuknya Sticusa di Indonesia hingga berhasil menjalin kerjasama kebudayaan dengan Indonesia terutama pada Indonesia Timur. Hasil penelitian mengemukakan bahwa kerjasama yang dibangun oleh Sticusa pada Indonesia terutama Indonesia Timur, YPKIT (Yayasan Pusat Kebudayaan Indonesa Timur) didasari dan disebabkan oleh berbagai faktor dari kedua wilayah tersebut. Salah satu faktor utamanya yaitu hasil dari perjanjian Linggarjati yang menegaskan bahwa Belanda diharuskan membantu pembangun Indonesia terutama dalam bidang kebudayaan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas apa yang telah Belanda lakukan selama menduduki Indonesia. Pemerintah Belanda yang memandang hal tersebut kemudian membentuk Sticusa sebagai perpanjangan tangan dalam menjalankan tugas tersebut dengan memberikan hak otonom kepada yayasan tersebut untuk melakukan kegiatan dalam bidang kebudayaan secara luas. Hal tersebut kemudian memberikan dampak yang cukup signifikan bagi Indonesia sebagai negara yang baru saja merdeka untuk mengenal dan mempelajari kebudayaan Barat dengan lebih luas dari bantuan yang diberikan oleh Sticusa sebagai bentuk kerjasamanya .

Kata kunci: Kerjasama, Kebudayaan, Sticusa, YPKIT, Makassar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Cooperation, Culture, Sticusa, YPKIT, Makassar.
Subjects: P Language and Literature > PC Romance languages
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 25 Nov 2025 02:26
Last Modified: 25 Nov 2025 02:26
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50962

Actions (login required)

View Item
View Item