Perlindungan hukum nasabah akibat gangguan sistem layanan transfer bank digital = LEGAL PROTECTION OF CUSTOMERS DUE TO SYSTEM DISRUPTION DIGITAL BANK TRANSFER SERVICES


KARTIKA, DWI (2025) Perlindungan hukum nasabah akibat gangguan sistem layanan transfer bank digital = LEGAL PROTECTION OF CUSTOMERS DUE TO SYSTEM DISRUPTION DIGITAL BANK TRANSFER SERVICES. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
B012222005-BLHKvy5CrEJ9DPtR-20250817122736.jpeg

Download (119kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B012222005-1-2.pdf

Download (247kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B012222005-dp.pdf

Download (167kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
B012222005-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

DWI KARTIKA (B012222005), Perlindungan Hukum Nasabah Akibat Gangguan Sistem Layanan Transfer Bank Digital. Dibimbing oleh Marwah. Latar Belakang: Transformasi digital perbankan mempermudah akses layanan keuangan, tetapi juga menimbulkan tantangan, terutama gangguan sistem transfer yang merugikan nasabah. Masalah seperti pemotongan dana yang gagal masuk ke rekening tujuan dan lambatnya penanganan pengaduan mengurangi kepercayaan publik. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji perlindungan hukum bagi nasabah serta menilai peran OJK dalam memastikan akuntabilitas layanan bank digital. Tujuan: Menganalisis perlindungan hukum bagi nasabah bank digital yang dirugikan akibat gangguan sistem transfer, khususnya terkait pengaduan dan pengembalian dana. Dan peran OJK dalam mengawasi layanan bank digital, termasuk pembinaan dan edukasi bagi pelaku usaha dan konsumen. Metode: Penelitian ini adalah penelitian empiris dengan data primer dari wawancara dan kuesioner kepada nasabah BluBCA, Bank Neo Commerce, dan SeaBank, serta data sekunder dari regulasi, literatur hukum, dan dokumen OJK. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengaitkan temuan lapangan dan norma hukum perlindungan konsumen jasa keuangan. Hasil: Perlindungan hukum bagi nasabah belum optimal. Pengaduan lambat, pengembalian dana tidak real-time, dan koordinasi antar bank lemah, menimbulkan ketidakpastian hukum. Peran OJK telah berjalan, tetapi implementasinya belum efektif, dengan lemahnya monitoring dan minimnya intervensi konkret. Kesimpulan: Perlindungan hukum nasabah perlu diperkuat melalui perbaikan pengaduan dan pengembalian dana yang cepat. Peran OJK juga harus ditingkatkan guna menjaga kepercayaan publik dan meminimalkan risiko hukum.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Gangguan Sistem, Layanan Transfer, Nasabah, Bank Digital
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 25 Nov 2025 01:15
Last Modified: 25 Nov 2025 01:15
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50929

Actions (login required)

View Item
View Item