SUARDI, SUARDI (2025) ANALISIS KETERANGAN SAKSI DAN KETERANGAN TERDAKWA YANG DISAMPAIKAN MELALUI TELECONFERENCE UNTUK MENDAPATKAN KEBENARAN MATERIIL = ANALYSIS OF EVIDENCE FROM WITNESSES AND DEFENDANTS PRESENTED BY TELECONFERENCE TO OBTAIN MATERIAL TRUTH. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
B012211086-FmMZfUl6H7uWLvXA-20250820103935.jpg
Download (405kB) | Preview
B012211086-1-2.pdf
Download (298kB)
B012211086-dp.pdf
Download (152kB)
B012211086-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Suardi (B012211086). ANALISIS KETERANGAN SAKSI DAN KETERANGAN TERDAKWA YANG DISAMPAIKAN MELALUI TELECONFERENCE UNTUK MENDAPATKAN KEBENARAN MATERIIL Dibimbing oleh Said Karim sebagai Pembimbing Utama dan Hijrah Adhyanti Mirzana sebagai Pembimbing Pendamping Latar Belakang: penggunaan teleconference dalam proses pembuktian di persidangan pidana semakin dibutuhkan. Meskipun Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) belum secara eksplisit mengatur mekanisme ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembuktian kebenaran materiil dan manfaat pemberian keterangan saksi dan keterangan terdakwa yang disampaikan melalui teleconference guna penyelesaian perkara pidana. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan tipe normatif-empiris dengan menelaah peraturan perundangundangan, disertai studi komparatif. Selain itu, penelitian memanfaatkan data empiris dari Pengadilan Negeri Bantaeng terkait implementasi persidangan pidana melalui teleconference, analisis bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif, yaitu mengambil dari hasil wawancara yang telah dilakukan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa teleconference memperkuat asas cepat dan biaya ringan, dengan didukung kesiapan infrastruktur teknologi, stabilitas jaringan internet, serta kompetensi aparat penegak hukum. Namun, masih terdapat hambatan teknis berupa gangguan audio-visual atau jaringan. Kesimpulan: Agar teleconference efektif dalam menjaga kebenaran materiil, perlu integrasi aturan eksplisit ke dalam KUHAP dan penguatan infrastruktur sarana dan prasarana. Dengan demikian, teleconference mampu meningkatkan efisiensi persidangan tanpa mengorbankan prinsip hukum acara pidana. Kata Kunci: teleconference; pembuktian pidana; kebenaran materiil;
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | teleconference; pembuktian pidana; kebenaran materiil; |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 21 Nov 2025 05:59 |
| Last Modified: | 21 Nov 2025 05:59 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50912 |
