KADIR, HERIANDI (2025) . Analisis Potensi Longsor di Wilayah Sub-DAS Mangguliling dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Berbasis Spasial = Landslide Potential Analysis in Mangguliling Sub-DAS Area Using Spatial Based Analytical Hierarchy Process (AHP) Method. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011191295-Fduv2zYShCsRVLwb-20250701152429.jpg
Download (341kB) | Preview
G011191295-1-2.pdf
Download (630kB)
G011191295-dp.pdf
Download (175kB)
G011191295-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 June 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang.Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di daerah dengan topografi curam dan curah hujan tinggi. Sub-DAS Mangguliling, yang merupakan bagian dari DAS Segeri di Sulawesi Selatan, memiliki potensi longsor yang tinggi akibat dari interaksi faktor iklim, geomorfologi, geologi, perubahan tata guna lahan, serta litologi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi longsor di wilayah Sub- DAS Mangguliling berdasarkan faktor-faktor terjadinya longsor. Metode. Metode yang digunakan yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) berbasis spasial. Data yang digunakan meliputi peta curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, tutupan lahan, dan formasi batuan. Pembobotan dilakukan melalui wawancara dengan para ahli dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Expert Choice V11, dan Arcgis 10.8. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab longsor adalah curah hujan dengan bobot tertinggi sebesar 25,7%, diikuti oleh kemiringan lereng (23,4%) dan tutupan lahan (14,5%). Peta potensi longsor yang dihasilkan mengklasifikasikan wilayah menjadi tiga tingkat potensi terhadap kejadian longsor, yaitu: kelas rendah (259,5 ha), sedang (1.353,8 ha), dan tinggi (304,5 ha), dengan sebaran utama longsor berada di bagian utara dan timur wilayah penelitian, meliputi desa Jangan-Jangan dan Pujananting dengan luas 304,5 ha berada pada kelas tinggi. Kelas sedang 1.353,8 ha tersebar di desa Pujananting, dan kelas rendah tersebar di desa Baring dengan luas 259,5 ha. Kesimpulan. Validasi peta peta potensi longsor menggunakan metode ROC menghasilkan nilai AUC sebesar 0,78, yang menunjukkan bahwa model AHP nilai validasi mencapai 78% yang berkategori baik dalam memprediksi potensi longsor.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | longsor, Sub-DAS Mangguliling, AHP, SIG, bencana |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 21 Nov 2025 04:33 |
| Last Modified: | 21 Nov 2025 04:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50904 |
