PRATININGRUM, MARBELLA (2025) Analisis Intersepsi dan Infiltrasi pada Lahan Kelapa Sawit di Desa Baebunta Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara = Analysis of interception and infiltration in oil palm plantations in Baebunta Village, Baebunta District, North Luwu Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011201228-hwFrkHbqxmNitUY1-20250703132300.jpeg
Download (373kB) | Preview
G011201228-1-2.pdf
Download (703kB)
G011201228-dp.pdf
Download (320kB)
G011201228-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 May 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Deforestasi hutan menjadi kebun sawit dapat menurunkan intersepsi dan kapasitas infiltrasi tanah jenuh sehingga meningkatkan aliran permukaan. Pengaruh intersepsi pada tanaman dan infiltrasi tanah selama ini masih sering diabaikan dan dianggap tidak memiliki dampak besar bagi tanaman, air dan tanah. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur luas tajuk kelapa sawit, analisis intersepsi pada tanaman kelapa sawit kemudian menganalisis luas tajuk dengan intersepsi, dan menganalisis kapasitas infiltrasi tanah pada kebun kelapa sawit di Desa Baebunta Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui pengukuran secara langsung dilapangan, serta pengambilan sampel tanah yang dilakukan secara purposive sampling. Pengukuran Intersepsi menggunakan ombrometer tipe sederhana dengan rumus Curah hujan dikurang Air lolosan tajuk ditambah Aliran batang. Sedangkan pengukuran Infiltrasi menggunakan metode Horton. Hasil. Berdasarkan hasil pengamatan bahwa distribusi curah hujan pada daerah penelitian sebesar 236,3 mm, yang memiliki hubungan dengan nilai intersepsi melalui model persamaan regresi polinomial, dapat dilihat nilai koefisien korelasinya yaitu 0,918 yang berarti berpengaruh sangat kuat. Selain itu luasan tajuk juga memiliki pengaruh sangat kuat dan berkorelasi positif terhadap intersepsi. Semakin luas tajuk tanaman kelapa sawit maka intersepsinya semakin meningkat. Kemudian laju infiltrasi pada kebun kelapa sawit yaitu 24-48 mm/jam yang tergolong sedang, disebabkan karena kandungan bahan organik pada tanahnya rendah berkisar 2,23- 2,84%. Permebilitas tanahnya 8,4 – 13,6 cm/jam dan bulk density atau kerapatan isinya sedang sehingga sulit meloloskan air. Kesimpulan. Kebun kelapa sawit pada daerah penelitian mempunyai luasan tajuk sekitar 77,17 – 84,34 m2. Rata –rata air hujan yang diintersepsi oleh tanaman kelapa sawit yaitu sebesar 1,26 mm/hari atau 1% dari total curah hujan harian. Luasan tajuk memiliki hubungan sangat kuat dan berkorelasi positif terhadap intersepsi dan curah hujan memiliki hubugan yang sangat kuat dan berkorelasi positif dengan intersepsi. Kapasitas infiltrasi tanah pada kebun kelapa sawit tergolong sedang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alih Fungsi Lahan, Hidrologi, Kelapa Sawit |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 21 Nov 2025 03:00 |
| Last Modified: | 21 Nov 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50894 |
