Morfofisiologi Jagung Hibrida Produk Rekayasa Genetik dan Konvensional pada Lahan Kering= Morphophysiology of Hybrid Maize Genetically Engineered and Conventional Products on Dry Land


HAQ, AMMAR AMIRUL (2025) Morfofisiologi Jagung Hibrida Produk Rekayasa Genetik dan Konvensional pada Lahan Kering= Morphophysiology of Hybrid Maize Genetically Engineered and Conventional Products on Dry Land. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G011211351-vObM3dpq1R20sXoV-20250703092742.jpg

Download (385kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G011211351-1-2.pdf

Download (325kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G011211351-dp.pdf

Download (196kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G011211351-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 July 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan sumber karbohidrat utama yang sangat penting. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi jagung nasional mengalami peningkatan, tetapi belum mencukupi kebutuhan dalam negeri. Pengembangan jagung, termasuk hibrida produk rekayasa genetik, menjadi salah satu fokus untuk meningkatkan produksi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genotipe jagung hibrida dengan potensi hasil tinggi pada lahan kering dan juga untuk membandingkan karakter morfofisiologis jagung hibrida produk rekayasa genetik dan konvensional pada lahan kering. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuannya adalah genotipe jagung P27-C, P27-R, P32-C, P32-R, P50-C, P50-R. Setiap genotipe diulang sebanyak empat kali, sehingga terdapat 24 plot percobaan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan tidak berbeda nyata antara pasangan perlakuan P27-C dan P27-R, P50-C dan P50-R, sedangkan pada pasangan perlakuan P32-C dan P32-R terdapat perbedaan signifikan (berbeda nyata) pada karakter pengamatan klorofil A, klorofil B, dan klorofil total yang menunjukkan kadar lebih rendah pada P32-R. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan genotipe jagung dengan potensi hasil tertinggi yaitu berurutan P50-R (6,565 ton/ha), P50-C (6,563 ton/ha), P32-C (6,053 ton/ha), P32-R (5,614 ton/ha), P27-C (5,449 ton/ha), P27-R (5,101 ton/ha), dan tidak berbeda nyata pada karakter morfofisiologis jagung hibrida produk rekayasa genetik dan konvensional pada lahan kering terkecuali pada perlakuan P32-R dengan kadar klorofil A, klorofil B, klorofil total yang lebih rendah dengan nilai berturut- turut 330.50 µmol/m², 146.33 µmol/m², 476.47 µmol/m² dibandingkan P32-C dengan kadar klorofil A, klorofil B, klorofil total berturut-turut 356.36 µmol/m², 165.01 µmol/m², 515.63 µmol/m².

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Jagung, Morfofisiologi, Klorofil
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 21 Nov 2025 01:52
Last Modified: 21 Nov 2025 01:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50886

Actions (login required)

View Item
View Item