DAMAYANTI, ALFINA (2025) RESTORATIVE JUSTICE DALAM TINDAK PIDANA RINGAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (STUDI KASUS DI POLRES BULUKUMBA TAHUN 2022-2023) =RESTORATIVE JUSTICE IN MINOR CRIMINAL OFFENSES COMMITTED BY CHILDREN (CASE STUDY AT BULUKUMBA POLICE DEPARTMENT 2022-2023). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
B011211308-luYJ4Ra6dAs2OEvh-20250811192714.jpg
Download (265kB) | Preview
B011211308-1-2.pdf
Download (267kB)
B011211308-dp.pdf
Download (36kB)
B011211308-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Tingginya angka keterlibatan anak dalam tindak pidana menunjukkan urgensi penerapan pendekatan hukum yang tidak berorientasi pada pemidanaan, melainkan mempertimbangkan aspek perlindungan dan pemulihan hak anak. Dalam konteks tersebut, penerapan prinsip keadilan restoratif menjadi alternatif yang relevan guna menghindari dampak negatif psikologis dan stigmatisasi sosial terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Pendekatan ini sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang menekankan pentingnya penyelesaian perkara melalui mekanisme yang bersifat non-litigasi, partisipatif, dan berorientasi pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi keadilan restoratif terhadap tindak pidana ringan yang dilakukan oleh anak di Polres Bulukumba pada tahun 2022–2023 serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Metode: penelitian menggunakan metodologi penelitian hukum empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus, serta teknik pengumpulan data melalui studi dokumen dan wawancara dengan aparat penegak hukum. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa, (1) Pelaksanaan keadilan restoratif di Polres Bulukumba telah dilakukan melalui mediasi antara pelaku, korban, dan penyidik, namun pelaksanaannya masih belum optimal akibat keterbatasan pemahaman masyarakat dan minimnya sinergi antar-lembaga. (2) Penerapan keadilan restoratif juga menghadapi kendala normatif dan struktural, termasuk belum seragamnya pemahaman aparat penegak hukum terhadap regulasi yang ada serta adanya kecenderungan masyarakat yang masih menganut paradigma retributif dalam penyelesaian tindak pidana. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya aparatur penegak hukum, serta edukasi hukum kepada masyarakat agar keadilan restoratif dapat diterapkan secara efektif sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap anak. Kesimpulan: implementasi restoratif justice di Polres Bulukumba belum efektif karena lemahnya pemahaman aparat, keterbatasan sarana dan belum selarasnya regulasi dengan praktik sehingga perlu penguatan regulasi dan kapasitas penegak hukum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anak, Pelaku, Tindak pidana ringan. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 05:25 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 05:25 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50853 |
