AMALIYAH, TSARWAH AISYAH (2025) TINJAUAN VIKTIMOLOGIS TERHADAP TIPOLOGI KORBAN KRJAHATAN PELECEHAN SEKSUAL MELALUI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus di Kota Makassar Tahun 2022-2024) = A Victimological Perspective on the Typology of Victims of Sexual Harassment Crimes Through Social Media (Case Study in Makassar City, 2022–2024). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
B011211096-Fh4WQuzO0DxfBTMo-20250820110914.jpg
Download (341kB) | Preview
B011211096-1-2.pdf
Download (380kB)
B011211096-dp.pdf
Download (135kB)
B011211096-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 August 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
TSARWAH AISYAH AMALIYAH (B011211096), dengan judul “Tinjauan Viktimologis Terhadap Tipologi Korban Kejahatan Pelecehan Seksual Melalui Media Sosial (Studi Kasus di Kota Makassar Tahun 2022-2024)”. Di bawah bimbingan Wiwie Heryani. selaku Pembimbing. Latar Belakang: Teknologi, sebagai senjata kemajuan, memberikan kontribusi besar pada berbagai aspek kehidupan, baik dalam mempermudah akses informasi, mempercepat komunikasi, maupun memfasilitasi interaksi sosial. Salah satu dampak negatif yang muncul sebagai hasil dari penyalahgunaan teknologi adalah pelecehan seksual Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran korban dalam kejahatan pelecehan seksual melalui media sosial dalam Tianjauan viktimologis di kota Makassar. Serta ntuk mengetahui upaya perlindungan terhadap korban kejahatan pelecehan seksual yang terjadi di kota Makassar. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum empiris dan berlokasi di Polrestabes Makassar dan Polda Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara dan data sekunder dari dokumen penunjang. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis secara empirik kuantitatif. Hasil: (1) Peranan korban dalam kejahatan pelecehan seksual melalui media sosial di kota Makassar memiliki dua bentuk peran, yaitu peran pasif dan peran aktif. Korban dengan peran pasif tidak memiliki kontribusi terhadap terjadinya tindak pidana dan menjadi sasaran akibat penyalahgunaan konten pribadi tanpa persetujuan. Sedangkan Korban dengan peran aktif cenderung membuka peluang terjadinya kejahatan, misalnya dengan mengirimkan konten sensitif kepada pelaku karena adanya relasi atau kepercayaan. (2) Upaya perlindungan terhadap korban kejahatan pelecehan seksual yang terjadi di kota Makassar yang dilakukan yaitu dengan pendekatan pre-emtif, preventif dan represif. Upaya pre-emtif, aparat melakukan patroli siber untuk mendeteksi dini potensi kejahatan di ruang digital. Langkah preventif difokuskan pada edukasi publik. Sementara itu, upaya represif melibatkan proses penangkapan, penyidikan, serta perlindungan hukum terhadap korban. Pelaksanaan upaya ini dihadapkan pada berbagai hambatan seperti keterbatasan alat bukti, pelaku di luar yurisdiksi, korban yang masih di bawah umur, serta kurangnya SDM dan sarana pendukung dari institusi kepolisian. Kesimpulan: Perlu adanya kajian lebih mendalam mengenai peran korban pada aspek tipologi korban kejahatan pelecehan seksual melalui media sosial sehingga upaya pemenuhan hak dan pemberian bantuan untuk memberikan rasa aman dan keadilan kepada korban. Upaya perlindungan korban dari kepolisian telah dilakukan, tetapi belum sepenuhnya efektif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Korban; Media Sosial; Pelecehan Seksual; Tipolog; Viktimologi. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 19 Nov 2025 07:09 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 07:09 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50818 |
