TABA, NADILA (2025) Tindak Tutur Direktif Ceramah Berbahasa Makassar pada Saluran Youtube Bugis-Makassar dan Belajar Mancing 25: Analisis Pragmatik = Directive Speech Acts of Makassar Language Lectures on the Bugis-Makassar Youtube Channel and Belajar Mancing 25: Pragmatic Analysis. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F021211023-Cover.jpg
Download (386kB) | Preview
F021211023-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (323kB)
F021211023-dp(FILEminimizer).pdf
Download (121kB)
F021211023-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 16 June 2027.
Download (799kB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK NADILA TABA. 2025. Tindak Tutur Direktif Ceramah Berbahasa Makassar pada Saluran Youtube Bugis-Makassar dan Belajar Mancing 25: Analisis Pragmatik (dibimbing oleh Sumarlin Rengko HR). Penelitian ini menganalisis jenis tindak tutur direktif dan fungsi dalam ceramah berbahasa Makassar pada saluran Youtube. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui simak-catat, kemudian menganalisis jenis-jenis tindak tutur direktif dan fungsinya dalam tuturan ceramah Ustadz Chaidir Akbar Al-Bandari S.Hi dan Ustadza Kasmawati Dg.Tayu. Penelitian ini menumukan bahwa pada ceramah Ustadz Chaidir Akbar Al-Bandari S.Hi terdapat 41 tuturan yang mengandung tindak tutur direktif teori Ibrahim. Tindak tutur tersebut berupa 11 bentuk perintah, 8 bentuk nasihat, bentuk pemberian izin tidak ditemukan data satupun, 17 bentuk pertanyaan, 2 bentuk larangan dan 3 bentuk permintaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ceramah tersebut tindak tutur direktif pertanyaan paling banyak digunakan yaitu sebanyak 17 data sedangkan tindak tutur permintaan izin tidak terdapat dalam ceramah. Sedangkan pada ceramah Ustadza Kasmawati Dg.Tayu terdapat 29 tuturan yang mengandung tindak tutur direktif teori Ibrahim. Tindak tutur tersebut berupa 10 bentuk perintah, 5 bentuk nasihat, bentuk pemberian izin dan permintaan tidak ditemukan data satupun, 12 bentuk pertanyaan, 2 bentuk larangan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ceramah tersebut tindak tutur direktif pertanyaan paling banyak digunakan yaitu sebanyak 12 data sedangkan tindak tutur pemberian izin dan permintaan tidak terdapat dalam ceramah. Fungsi tindak tutur ilokusi teori Leech, fungsi tindak tutur tersebut berupa fungsi kompetitif, fungsi konvival, fungsi kolaboratif dan fungsi konfliktif. Dari 4 fungsi tindak tutur tersebut hanya satu fungsi yang ditemukan dalam penelitian ceramah berbahasa Makassar yaitu fungsi kompetitif yang terdapat 25 jumlah keseluruhan data dari Ustadz Chaidir Akbar Al-Bandari S.Hi dan Ustadza Kasmawati Dg.Tayu. Saran diharapkan adanya peningkatan pengembangan berbahasa Makassar untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam mengembangkan budaya daerah.
Keyword : Bahasa Makassar, Ceramah, Direktif, Kittak Tulkiyamah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Makassar Language, Lecture, Directive, Kittak Tulkiyamah. |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 19 Nov 2025 07:11 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 07:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50816 |
