ANALISIS YURIDIS ATAS PUTUSAN PEMIDANAAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA OLEH PENDERITA GANGGUAN KEPRIBADIAN EMOSIONAL (STUDI KASUS NOMOR 38/PID/2025/PT PLK) = LEGAL ANALYSIS OF THE CRIMINAL DECISION FOR PREDICTIVE MURDER BY A PERSON WITH EMOTIONAL PERSONALITY DISORDER (CASE STUDY NUMBER 38/PID/2025/PT PLK)


SUWARDI, HAJAR NURLEALANI (2025) ANALISIS YURIDIS ATAS PUTUSAN PEMIDANAAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA OLEH PENDERITA GANGGUAN KEPRIBADIAN EMOSIONAL (STUDI KASUS NOMOR 38/PID/2025/PT PLK) = LEGAL ANALYSIS OF THE CRIMINAL DECISION FOR PREDICTIVE MURDER BY A PERSON WITH EMOTIONAL PERSONALITY DISORDER (CASE STUDY NUMBER 38/PID/2025/PT PLK). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
B011211054-Y5ni2RVjMrDE0u7W-20250819201140.jpg

Download (387kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B011211054-1-2.pdf

Download (121kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B011211054-dp.pdf

Download (42kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
B011211054-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 August 2027.

Download (643kB)

Abstract (Abstrak)

HAJAR NURLEALANI SUWARDI (B011211054). Analisis Yuridis atas Pemidanaan Tindak Pidana Pembunuhan Berencana oleh Penderita Gangguan Kepribadian Emosional (Studi Kasus 38/Pid/2025/PT.Plk). Dibimbing oleh Andi Muhammad Aswin Anas sebagai Pembimbing. Latar Belakang: Tindak pidana pembunuhan berencana oleh individu dengan gangguan kepribadian emosional menjadi topik penting dalam hukum pidana Indonesia karena sulitnya menilai kapasitas bertanggungjawab para pelaku. Kasus-kasus ini menunjukkan angka signifikan, namun belum banyak dikaji secara mendalam dalam ranah hukum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pertanggungjawaban pidana dan mengevaluasi penerapan hukum pidana materil oleh hakim dalam kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh individu dengan Gangguan Kepribadian Emosional Tipe Ambang dan disabilitas intelektual. Metode: Penelitian ini menggunakan tipe penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, yang dianalisis secara preskriptif-normatif. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaku dengan kondisi gangguan kepribadian emosional tipe ambang (BPD) dan disabilitas intelektual pada pelaku pembunuhan berencana. Meskipun pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, kondisi kejiwaannya yang fundamental dapat mengurangi kemampuan mereka untuk melakukan perencaan yang tenang. Oleh karena itu, kondisi psikologis pelaku menjadi faktor penting yang dapat mengurangi kadar kesalahan (Schuld) secara signifikan atau dapat dilakukan terlebih dahulu rehabilitasi.(2) Pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 38/PID/2025/PT.PLK dianggap tidak sejalan dengan prinsip keadilan substantif. Hakim dinilai gagal mempertimbangkan Borderline Personality Disorder dan disabilitas intelektual terdakwa secara kumulatif, yang berdampak pada unsur perencanaan. Hal ini membuat penerapan Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana) menjadi bermasalah, akibatnya, kualifikasi tindak pidana yang lebih tepat, sanksi yang proporsional, dan aspek rehabilitasi bagi terdakwa terabaikan. Kesimpulan: Akibat penerapan hukum yang kurang mempertimbangkan kondisi terdakwa, kualifikasi pelanggaran yang lebih tepat dan aspek rehabilitasi bagi penyandang disabilitas intelektual terabaikan. Putusan tersebut belum sepenuhnya memenuhi keadilan substantif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Disabilitas Intelektual; Gangguan Kepribadian Emosional; Pembunuhan Berencana
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 19 Nov 2025 02:21
Last Modified: 19 Nov 2025 02:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50799

Actions (login required)

View Item
View Item