TSURAYA, FADHILAH NUR (2025) Wujud dan Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini dan Film Mencuri Raden Saleh: Kajian Pragmatik = Forms and Violations of Language Politeness in the Films Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini and Mencuri Raden Saleh: A Pragmatic Study. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F011211010-Cover.jpeg
Download (83kB) | Preview
F011211010-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (301kB)
F011211010-dp(FILEminimizer).pdf
Download (145kB)
F011211010-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 16 May 2027.
Download (821kB)
Abstract (Abstrak)
Wujud kesantunan berbahasa dapat dilihat melalui percakapan di dalam film. Tuturan yang bertolak belakang dengan enam prinsip maxim akan dikatakan melanggar kesantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan memaparkan wujud kesantunan berbahasa dan perbandingan pelanggaran kesantunan berbahasa dalam dua film karya sutradara Angga Dwimas Sasongko dengan genre yang berbeda, yaitu film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini bergenre keluarga dan film Mencuri Raden Saleh bergenre kriminal. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah tuturan dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini dan Mencuri Raden Saleh. Data penelitian ini adalah tuturan yang mematuhi dan melanggar kesantunan berbahasa dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini dan Mencuri Raden Saleh. Hasil penelitian menunjukkan wujud kesantunan berbahasa dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini adalah 4 maksim kebijaksanaan, 5 maksim pujian, 5 maksim kerendahan hati, 4 maksim kesepakatan, dan 4 maksim kesimpatian; dalam film Mencuri Raden Saleh adalah 5 maksim kebijaksanaan, 5 maksim pujian, dan 4 maksim kerendahan hati. Sementara itu pelanggaran kesantunan berbahasa dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini adalah 3 maksim kesepakatan; dalam film Mencuri Raden Saleh adalah 5 maksim kebijaksanaan, 4 maksim pujian, 5 maksim kerendahan hati, 3 maksim kesepakatan, dan 3 maksim kesimpatian. Film bergenre kriminal lebih banyak melakukan pelanggaran dibanding film bergenre keluarga.
Keyword : pragmatik, kesantunan berbahasa, pelanggaran, film.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pragmatic, politeness in language, violations, film. |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 04:05 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 04:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50781 |
