Ambivalensi Identitas Hendriek Cornelis Adam dalam Novel Rasina karya Iksaka Bany: Kajian Poskolonial = The Identity Ambivalence of Hendriek Cornelis Adam in the Novel Rasina by Iksaka Banu: A Postcolonialism Study


RAMADHANY, ERVY NISA (2025) Ambivalensi Identitas Hendriek Cornelis Adam dalam Novel Rasina karya Iksaka Bany: Kajian Poskolonial = The Identity Ambivalence of Hendriek Cornelis Adam in the Novel Rasina by Iksaka Banu: A Postcolonialism Study. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F011181321-Cover.jpeg

Download (316kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F011181321-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (298kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F011181321-dp(FILEminimizer).pdf

Download (201kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F011181321-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 20 June 2027.

Download (807kB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK​ Ervy Nisa Ramadhany. Ambivalensi Identitas Hendriek Cornelis Adam dalam Novel Rasina karya Iksaka Banu: Kajian Poskolonial (dibimbing oleh A.B. Takko Bandung). Penelitian ini menganalisis ambivalensi identitas tokoh Hendriek Cornelis Adam dalam novel Rasina karya Iksaka Banu dengan menggunakan pendekatan teori poskolonial Homi K. Bhabha. Ambivalensi identitas dipahami sebagai kondisi tarik-menarik batin yang dialami tokoh kolonial saat menghadapi pertentangan antara kesetiaan terhadap sistem penjajahan dan simpati terhadap pihak yang dijajah. Tokoh Hendriek, yang semula mewakili kekuasaan kolonial, perlahan mengalami konflik batin setelah menyaksikan langsung praktik penindasan oleh bangsanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi terhadap narasi, dialog, dan monolog dalam novel. Fokus utama diarahkan pada pembentukan, perkembangan, dan puncak ambivalensi dalam diri Hendriek. Tiga tahapan dianalisis secara rinci: kemunculan tanda-tanda awal ambivalensi, konflik internal akibat benturan nilai, dan aksi simbolik sebagai bentuk puncak perlawanan terhadap sistem kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambivalensi identitas Hendriek mencerminkan kompleksitas pengalaman kolonial yang tidak bisa disederhanakan menjadi oposisi penjajah dan terjajah. Tokoh Hendriek menghadirkan perspektif unik sebagai pelaku kolonial yang mengalami krisis ideologis dan moral. Dengan demikian, melalui analisis ambivalensi ini, penelitian memberikan kontribusi penting dalam memahami dampak kolonialisme terhadap pembentukan identitas, baik secara personal maupun struktural yang masih relevan dalam konteks Indonesia masa kini.

Keyword : ambivalensi identitas, poskolonialisme, Homi K. Bhabha, kolonialisme, Rasina, Iksaka Banu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Identity ambivalence, postcolonialism, Homi K. Bhabha, colonialism, Rasina, Iksaka Banu.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Bahasa Indonesia
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 18 Nov 2025 03:58
Last Modified: 18 Nov 2025 03:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50773

Actions (login required)

View Item
View Item