YUSUF, HARIS (2025) HAKIKAT REBUS SIC STANTIBUS PADA PERJANJIAN TERHADAP PERUBAHAN KEADAAN = THE ESSENCE OF REBUS SIC STANTIBUS ON AGREEMENTS IN CHANGING CIRCUMTANCES. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B013201003-wOhu5IH38ALVatTe-20250811122508.jpg
Download (368kB) | Preview
B013201003-1-2.pdf
Download (352kB)
B013201003-dp.pdf
Download (80kB)
B013201003-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Perjanjian yang dibuat secara sah bersifat mengikat dan berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya, maka dari itu kedua belah pihak harus melaksanakan atau mentaatinya (asas pacta sunservanda), tetapi adakalanya perjanjian yang dibuat secara sah tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya karena adanya perubahan keadaan yang fundamental, sehingga rebus sic stantibus hadir untuk mengantisapasi hal tersebut. Tujuan: untuk mengkaji, menemukan dan menjelaskan hakikat rebus sic stantibus dalam pelaksanaan perjanjian serta mengkaji karakteristik rebus sic stantibus sehingga menemukan konsep ideal penerapan rebus sic stantibus agar terwujud rasa keadilan pada pelaksanaan perjanjian. Metode: Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan tipe pendekatan perundang-undangan, konseptual, filsafat dan komparatif. Sumber bahan hukum menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan bahan non hukum. Bahan hukum dianalisis dengan menggunakan theme analysis bersifat kualitatif disajikan secara preskriptif. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebus sic stantibus pada hakikatnya adalah prinsip hukum yang digunakan sebagai alat pengubah perjanjian sehingga penting dalam pembaharuan hukum perjanjian karena menjadi suatu langkah antisipatif dalam menghadapi perubahan keadaan yang fundamental. Karakterisitik prinsip rebus sic stantibus berbeda force majeure dimana force majeure diterapkan pada bencana alam yang menyebabkan debitur sama sekali tidak mampu memenuhi prestasinya sehingga dititik beratkan pada posisi debitor yang terhalang untuk memenuhi prestasi, sedangkan rebus sic stantibus diterapkan pada sitiuasi bencana non alam seperti kendala ekonomi, sosial dan politik sebagai dasar ketidakmampuan debitor untuk melakukan prestasinya sehingga titik beratnya terletak pada posisi kreditur berdasarkan itikat baik dan kepatutan dapat menuntut pemenuhan prestasi dari debitur. Penerapan rebus sic stantibus dalam klausul perjanjian merupakan suatu opsi yang menjamin perjanjian dapat direnegosiasi jika terdapat kondisi yang mengubah dasar kontrak tersebut dengan memperhatikan aspek kesepakatan ulang para pihak. Jika kreditur menolak renegosiasi, maka pengadilan memainkan peran yang penting dalam hal timbulnya suatu keadaan sulit yang mengarah ke rebus sic stantibus. Kebaruan: penelitian ini menawarkan solusi bahwa rebus sic statibus lebih dinamis ketimbang overmarch karena prinsip hukum ini lebih fleksibel dan akomodatif sesuai dengan perkembangan dan karakeristik bisnis saat ini. Dengan adanya rebus sic stantibus memberikan ruang gerak yang flesibel bagi para pihak dalam perjanjian terhadap kemungkinan terjadinya perubahan keadaan yang fundamental yang mengubah keseimbangan kontrak.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perjanjian, rebus sic stantibus, perubahan keadaan, keadilan |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 17 Nov 2025 06:20 |
| Last Modified: | 17 Nov 2025 06:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50765 |
