PENGARUH MEDIA SOSIAL DALAM PENYEBARAN UJARAN KEBENCIAN PADA MASA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI PROVINSI SULAWESI SELATAN = THE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA IN THE SPREAD OF HATE SPEECH DURING THE REGIONAL HEAD ELECTION PERIOD IN SOUTH SULAWESI PROVINCE


SARI, ANDI AINUN ANNISA (2025) PENGARUH MEDIA SOSIAL DALAM PENYEBARAN UJARAN KEBENCIAN PADA MASA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI PROVINSI SULAWESI SELATAN = THE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA IN THE SPREAD OF HATE SPEECH DURING THE REGIONAL HEAD ELECTION PERIOD IN SOUTH SULAWESI PROVINCE. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
B011201088-lJ2wmdpInFsgYqK7-20250819163123.jpg

Download (359kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B011201088-1-2.pdf

Download (350kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B011201088-dp.pdf

Download (172kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
B011201088-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ANDI AINUN ANNISA SARI (B011201088). Pengaruh Media Sosial Dalam Penyebaran Ujaran Kebencian Pada Masa Pemilihan Kepala Daerah di Provinsi Sulawesi Selatan. Dibimbing oleh Rastiawaty sebagai pembimbing. Latar Belakang: Penelitian ini berawal dari meningkat dan berkelanjutannya fenomena penyebaran ujaran kebencian di media sosial setiap kali dilaksanakan pesta demokrasi, ujaran kebencian merupakan tindak pidana pelanggaran pemilihan sehingga penting untuk mengkaji fenomena ini dari aspek sosiologi hukum untuk kepentingan pelaksanaan pesta demokrasi yang tertib. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis media sosial dan budaya hukum sebagai faktor penyebab penyebaran ujaran kebencian serta mengidentifikasi bagaimana penanganan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian empiris dengan pendekatan interdisipliner yang mengelaborasikan disiplin ilmu hukum serta ilmu komunikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan berbagai pihak, pembagian kuesioner kepada sampel, observasi langsung di platform media sosial dan studi pustaka. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa (1) Media sosial dan budaya hukum sangat memengaruhi peningkatan penyebaran ujaran kebencian, sebanyak 25,71% responden memiliki kualitas kontrol sosial yang lemah dan sangat lemah. (2) Proses penanganan tindak pidana pelanggaran Pilkada telah sesuai dengan regulasi yang ada, hanya saja belum efektif penegakannya karena ada hambatan dari aspek regulasi dan aspek media sosial. Kesimpulan: Media sosial dan budaya hukum memberikan pengaruh terhadap peningkatan penyebaran ujaran kebencian pada masa pemilihan kepala daerah dan penanganan yang dilakukan belum efektif karena adanya hambatan, sehingga diperlukan penyempurnaan regulasi, peningkatan kesadaran hukum masyarakat dan pengembangan kecerdasan buatan media sosial sebagai upaya preventif penyebaran ujaran kebencian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Media Sosial, Pemilihan Kepala Daerah, Ujaran Kebencian
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 17 Nov 2025 06:25
Last Modified: 17 Nov 2025 06:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50763

Actions (login required)

View Item
View Item