SHASMITTA. AS, SHASMITTA. AS (2025) ANALISIS PERBEDAAN KETERANGAN AHLI YANG DI BERIKAN PADA TINGKAT PENYIDIKAN DAN PERSIDANGAN (Putusan No. 202/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Tim) = ANALYSIS OF DIFFERENCES IN EXPERT TESTIMONY GIVEN AT THE INVESTIGATION AND TRIAL LEVELS (Decision No. 202/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Tim). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
B011201060-bisgQe0JdYnIWFN6-20250821190223.jpg
Download (324kB) | Preview
B011201060-1-2.pdf
Download (126kB)
B011201060-dp.pdf
Download (160kB)
B011201060-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 July 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
SHASMITTA AS (B011201060). Analisis Perbedaan Keterangan Ahli Yang Di Berikan Pada Tingkat Penyidikan Dan Persidangan (Putusan Pengadilan Negeri Jkt Tim No. 202/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Tim), dibimbing oleh Said Karim. Latar Belakang: Dalam praktiknya, keterangan ahli dapat diberikan baik pada tahap penyidikan maupun di persidangan. Namun demikian, konsistensi substansi keterangan ahli antara dua tahapan tersebut sangat penting, karena inkonsistensi dapat menimbulkan keraguan terhadap keabsahan dan kekuatan pembuktian dari keterangan yang diberikan. Hal inilah yang tampak dalam perkara Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Tujuan Penelitian: Penelitian ini mengkaji dua permasalahan utama: pertama, apakah perbedaan keterangan ahli dalam proses penyidikan dan persidangan dapat membatalkan kekuatan pembuktiannya sebagai alat bukti, Kedua, bagaimanakah keabsahan keterangan ahli yang keterangannya berbeda pada proses penyidikan dan persidangan dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur No. 202/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Tim. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa inkonsistensi keterangan ahli antara tahap penyidikan dan persidangan secara signifikan mengurangi nilai kekuatan pembuktiannya. Keterangan ahli yang dihadirkan memiliki kelemahan fundamental, mencakup relevansi keahlian yang terbatas, ketidakkonsistenan substansial, metode ilmiah yang tidak dapat diverifikasi, serta potensi pelanggaran sumpah. Hal ini menyebabkan keterangan tersebut dapat dikategorikan sebagai incoherent evidence (bukti yang tidak koheren), sehingga kehilangan kekuatannya sebagai alat bukti yang meyakinkan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keterangan Ahli, Penyidikan, Persidangan |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 17 Nov 2025 06:23 |
| Last Modified: | 17 Nov 2025 06:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50760 |
