Konstruksi Jaring Insang Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) di Desa Siddo, Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan = Construction of Gill Nets for Male Mackerel (Rastrelliger kanagurta) in Siddo Village, Barru Regency, South Sulawesi Province


REZKI.Y, MUHAMMAD ALFA (2025) Konstruksi Jaring Insang Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) di Desa Siddo, Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan = Construction of Gill Nets for Male Mackerel (Rastrelliger kanagurta) in Siddo Village, Barru Regency, South Sulawesi Province. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L051211085-Cover.jpg

Download (413kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L051211085-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (204kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L051211085-dp(FILEminimizer).pdf

Download (159kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L051211085-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 18 June 2027.

Download (951kB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Salah satu bentuk pemanfaatan sumberdaya adalah penangkapan ikan yang ditunjang oleh unit alat tangkap yang digunakan dan keterampilan serta pengetahuan tentang ikan itu sendiri. Seperti halnya nelayan yang beroperasi di Desa Siddo, Kabupaten Barru yang menggunakan jaring insang untuk menangkap ikan kembung lelaki atau nelayan biasa menyebutnya ikan banjar. Untuk meningkatkan produksi perikanan laut diperlukan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji bagaimana konstruksi dari jaring insang ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta), apakah sudah sesuai dengan konstruksi sebenarnya mengenai jaring insang ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) dan menganalisis jumlah maupun ukuran hasil tangkapan ikan kembung lelaki yang tertangkap. Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung di lapangan serta wawancara dengan nelayan setempat, serta melakukan pengukuran terhadap setiap komponen - komponen dan bagian dari alat tangkap tersebut. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi jaring insang terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu badan jaring, tali ris atas, tali ris bawah, pelampung, dan pemberat. Jaring memiliki panjang 37,5 meter, tinggi jaring 1,72 meter, dan ukuran mata jaring 2 inci (5,08 cm) dengan bahan polyamide monofilament. Nilai shortening pada bagian atas jaring sebesar 67%, sedangkan bagian bawah sebesar 63% telah berpotensi menjerat ikan kembung lelaki. Pengoperasian jaring dilakukan dengan tahapan persiapan, penurunan jaring, perendaman, dan penarikan jaring. Hasil tangkapan selama 20 trip sebanyak 341 ekor ikan kembung lelaki, dengan ukuran panjang berkisar rata-rata 21–23 cm. Hasil tangkapan tergolong layak tangkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa, konstruksi jaring insang ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) di Desa Siddo, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan telah sesuai secara teknis dengan ukuran mata jaring 2 inci (5,08 cm) dan nilai shortening 67% atas, 63% bawah. Selama 20 trip, jaring ini menghasilkan 341 ekor ikan kembung lelaki dengan ukuran rata – rata 21 -23 cm, yang tergolong layak tangkap. Alat tangkap ini efektif dan sesuai untuk menangkap ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) di wilayah tersebut.

Keyword : Jaring Insang, Ikan Kembung Lelaki, Konstruksi, Hasil Tangkapan, Desa Siddo.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Gill Net, Indian Mackerel, Construction, Catch Result, Siddo Village.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 17 Nov 2025 03:53
Last Modified: 17 Nov 2025 03:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50749

Actions (login required)

View Item
View Item