MUJAHIDIN, ACHMAS MUHAMMAD AHMAD IMAMUL (2024) TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP KEJAHATAN PENGANIAYAAN OLEH OKNUM ANGGOTA ORGANISASI MASYARAKAT BATALYON 120 = CRIMINOLOGICAL REVIEW OF THE CRIME OF PERSECUTION BY UNSCRUPULOUS MEMBERS OF BATTALION 120 MASS ORGANIZATION. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
B011191341-ATOiLzWtNrfdQ6gM-20250820122115.jpg
Download (298kB) | Preview
B011191341-1-2.pdf
Download (272kB)
B011191341-dp.pdf
Download (168kB)
B011191341-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 December 2026.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Kasus penganiayaan di kota Makassar semakin marak terjadi yang menunjukkan bahwa perilaku tersebut tidak terlepas dari kurangnya control terhadap Masyarakat. Terdapat berbagai macam motif dan pelaku, mulai dari kasus penganiayaan yang dilakukan secara individu maupun penganiayaan yang dilakukan secara berkelompok dengan berbagai tingkatan umur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya penganiayaan oleh oknum anggota Organisasi Masyarakat/ Batalyon 120 dan menganalisis upaya penanggulangan oleh aparat penegak hukum dalam kasus penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Organisasi Masyarakat Batalyon 120. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan data primer dan data sekunder yang menjadikan fakta sosial, fenomena sosial, atau gejala sosial dalam hubungannya secara timbal balik dengan hukum, sebagai objek penelitian atau pangkal tolaknya. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar. Hasil: Kejahatan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Batalyon 120 disebabkan oleh faktor budaya dan kebiasaan, faktor dendam, faktor psikologis, dan faktor ketidaksadaran hukum. penanggulangan kejahatan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum terhadap kejahatan penganiayaan yaitu upaya preemtif, upaya perventif dan upaya represif. Kesimpulan: Kejahatan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Batalyon 120 disebabkan oleh faktor budaya dan kebiasaan yang gampang tersulut emosi, faktor dendam karena temannya dikeroyok, faktor psikologis yang merasa aman sebagai anggota ormas Batalyon 120, dan faktor ketidaksadaran hukum. Upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Polrestabes Makassar terhadap kejahatan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota ormas Batalyon 120 dilakukan tiga metode, yaitu Pre-emtif yaitu pencegahan dengan menghilangkan niat, Preventif yaitu menghilangkan kesempatan, dan Represif dengan melakukan penindakan terhadap pelaku.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Batalyon 120; Kriminologis; Penganiayaan |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 17 Nov 2025 01:24 |
| Last Modified: | 17 Nov 2025 01:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50738 |
