FEBRIANI, ANDI REZKI UTAMI (2025) EFEKTIVITAS DAN KELAYAKAN TANGKAP PENGOPERASIAN BUBU KEPITING DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR, KABUPATEN MAROS = Effectiveness and Feasibility of Catching in the Operation of Crab Traps in the Makassar Strait, Maros Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L051211066-Cover.jpg
Download (392kB) | Preview
L051211066-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (332kB)
L051211066-dp(FILEminimizer).pdf
Download (207kB)
L051211066-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 26 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang : Latar Belakang: Perairan pesisir Desa Ampekale, Kabupaten Maros, yang terletak di Selat Makassar, merupakan wilayah dengan potensi sumber daya kepiting yang tinggi, khususnya kepiting rajungan (Portunus pelagicus) dan kepiting bakau (Scylla olivacea). Nelayan lokal secara umum menggunakan alat tangkap bubu naga yang dikenal karena konstruksinya yang sederhana dan efisien. Namun, efektivitas, selektivitas, dan kesesuaiannya terhadap prinsip perikanan berkelanjutan masih perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas dan kelayakan alat tangkap bubu naga di ekosistem estuaria dan mangrove, mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip keberlanjutan perikanan dan regulasi Permen KP No. 12 Tahun 2020, serta menganalisis selektivitas alat terhadap berbagai jenis dan ukuran kepiting di perairain Selat Makassar, Kabupaten Maros. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2025 dengan 30 trip operasi penangkapan, dengan masing-masing lokasi berdasarkan ekosistem yaitu 15 trip di ekosistem estuaria dan ekosistem mangrove. Data yang dikumpulkan selama penelitian meliputi komposisi hasil tangkapan, ukuran lebar karapas, dan kondisi biologis kepiting. Analisis dilakukan secara deskriptif, uji-t independen, serta evaluasi selektivitas berdasarkan nilai L₅₀ dan Faktor Seleksi (SF). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubu naga lebih efektif di ekosistem estuaria dengan rata-rata tangkapan 65 ekor per trip dibandingkan 12 ekor per trip di mangrove. Namun, 78% kepiting yang tertangkap berada di bawah ukuran telah matang gonad atau pernah memijah. Kepiting bakau menunjukkan selektivitas tertinggi (SF ≈ 0,96), kemudian kepiting rajungan (SF ≈ 0,75), sementara kepiting bulan dan kepiting batu menunjukkan selektivitas rendah dan hanya 14,24% dari total tangkapan memenuhi ukuran layak, dan proporsi kepiting bertelur atau bercangkang lunak tergolong rendah. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas alat tangkap bubu naga lebih tinggi di ekosistem estuaria dibandingkan mangrove, dengan rata-rata tangkapan masing-masing 65 ekor dan 12 ekor per trip. Namun, berdasarkan Permen KP No. 12 Tahun 2020, alat ini belum sepenuhnya mendukung prinsip perikanan berkelanjutan karena masih menangkap kepiting di bawah ukuran layak tangkap dan dalam kondisi bertelur, menunjukkan tingkat selektivitas yang masih rendah.
Kata Kunci : Bubu Naga, Kepiting, Perikanan Berkelanjutan, Selat Makassar.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Crab Trap, Crap, Sustainable Fisheries, Makassar Strait. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 17 Nov 2025 01:18 |
| Last Modified: | 17 Nov 2025 01:18 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50732 |
