J, MU'MIN (2025) Analisis Pemasaran Ikan Pelagis Dominan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuang Kabupaten Maros = Analysis of Dominant Pelagic Fish Marketing at the Fish Auction Place (TPI) Labuang, Maros Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L041211068-Cover.png
Download (673kB) | Preview
L041211068-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (318kB)
L041211068-dp(FILEminimizer).pdf
Download (177kB)
L041211068-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 17 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
MU’MIN J. Analisis Pemasaran Ikan Pelagis Dominan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuang, Kabupaten Maros (dibimbing oleh Aris Baso). Latar Belakang. Efektivitas pemasaran ikan pelagis dominan sangat dipengaruhi oleh struktur saluran distribusi, peran lembaga pemasaran, serta efisiensi biaya. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuang di Kabupaten Maros merupakan pusat pemasaran berbagai jenis ikan pelagis dominan seperti cakalang, tuna, layang, kembung, dan tembang, sehingga penting untuk menganalisis sistem pemasarannya secara menyeluruh. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lembaga dan saluran pemasaran ikan pelagis dominan, mengukur biaya, margin, dan efisiensi pemasaran pada setiap lembaga yang terlibat, serta mengevaluasi bauran pemasaran yang diterapkan di TPI Labuang. Metode. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis difokuskan pada dua saluran pemasaran utama yang melibatkan nelayan, pengepul, pengecer lokal, dan pengecer keliling, dengan komponen biaya, margin, efisiensi pemasaran, dan unsur bauran pemasaran dianalisis secara terpisah. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pemasaran tertinggi dikeluarkan oleh pengecer keliling sebesar Rp6.019/Kg, sedangkan biaya terendah oleh pengecer lokal sebesar Rp546/Kg. Margin pemasaran pada Saluran II lebih tinggi untuk semua jenis ikan, dengan selisih antara Rp5.000 hingga Rp10.000 dibandingkan Saluran I. Dari sisi efisiensi, Saluran I menunjukkan rasio biaya terhadap nilai produk yang lebih baik dibanding Saluran II, sehingga lebih efisien dalam pemasaran. Bauran pemasaran mengindikasikan distribusi yang terpusat di TPI Labuang dengan promosi dilakukan secara tradisional dan melalui media sosial. Kesimpulan. Saluran II memberikan margin yang lebih tinggi, namun Saluran I cenderung lebih efisien berdasarkan rasio biaya terhadap nilai produk. Penelitian ini memberikan masukan strategis bagi pelaku usaha dalam memilih pendekatan pemasaran yang efektif dan efisien di sentra perikanan lokal. Kata Kunci: Ikan Pelagis, Saluran pemasaran, Lembaga pemasaran, Biaya pemasaran, Margin pemasaran, Efisiensi Pemasaran, Bauran Pemasaran, TPI Labuang Maros.
Kata Kunci: Ikan Pelagis, Saluran pemasaran, Lembaga pemasaran, Biaya pemasaran, Margin pemasaran, Efisiensi Pemasaran, Bauran Pemasaran, TPI Labuang Maros.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pelagic Fish, Marketing Channels, Marketing Institutions, Marketing Costs, Marketing Margins, Marketing Efficiency, Marketing Mix, TPI Labuang Maros. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Agrobisnis Perikanan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 13 Nov 2025 06:44 |
| Last Modified: | 13 Nov 2025 06:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50688 |
