Pengaruh Penambahan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dalam Intervensi Static Bicycle terhadap Kadar Sitokin Inflamasi (IL-6), Range of Motion (ROM) dan Kemampuan Fungsional pada Pasien Knee Osteoarthtritis di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin = Pengaruh Penambahan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dalam Intervensi Static Bicycle terhadap Kadar Sitokin Inflamasi (IL-6), Range of Motion (ROM) dan Kemampuan Fungsional pada Pasien Knee Osteoarthtritis di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin


RASAK, YULISAR ASFIA (2025) Pengaruh Penambahan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dalam Intervensi Static Bicycle terhadap Kadar Sitokin Inflamasi (IL-6), Range of Motion (ROM) dan Kemampuan Fungsional pada Pasien Knee Osteoarthtritis di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin = Pengaruh Penambahan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dalam Intervensi Static Bicycle terhadap Kadar Sitokin Inflamasi (IL-6), Range of Motion (ROM) dan Kemampuan Fungsional pada Pasien Knee Osteoarthtritis di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P062232010-Rpj9gOXHYAoGIxw2-20250609182446.png

Download (69kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P062232010-1-2.pdf

Download (361kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P062232010-dp.pdf

Download (168kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
P062232010-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 May 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

YULISAR ASFIA RASAK. Pengaruh Penambahan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dalam Intervensi Static Bicycle terhadap Kadar Sitokin Inflamasi (IL-6), Range of Motion (ROM), dan Kemampuan Fungsional pada Pasien Knee Osteoarthritis di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. (Dibimbing oleh Andi Ariyandy dan M. Aryadi Arsyad). Latar Belakang. Osteoarthritis lutut (KOA) merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan nyeri, keterbatasan gerak, dan penurunan kemampuan fungsional. Peningkatan kadar sitokin inflamasi seperti Interleukin-6 (IL-6) berperan dalam progresi penyakit ini. Intervensi fisik seperti static bicycle diketahui membantu meningkatkan mobilitas sendi dan mengurangi inflamasi, sementara TENS efektif mengurangi nyeri. Namun, studi mengenai kombinasi keduanya masih terbatas. Tujuan. Menilai pengaruh penambahan TENS pada intervensi static bicycle terhadap kadar IL-6, ROM, dan kemampuan fungsional pasien KOA. Metode. Penelitian ini merupakan studi quasi-eksperimental dengan desain two-group pre-test post-test. Sebanyak 32 pasien KOA dibagi menjadi dua kelompok: Kelompok 1 menerima terapi static bicycle, dan Kelompok 2 menerima kombinasi static bicycle dan TENS. Kadar IL-6 diukur menggunakan metode ELISA, ROM diukur dengan goniometer, dan kemampuan fungsional dinilai menggunakan indeks WOMAC. Analisis statistik mencakup uji Shapiro-Wilk, paired t-test, Wilcoxon, independent t-test, dan MannWhitney dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan kadar IL-6 yang signifikan pada kedua kelompok, dengan kelompok kombinasi static bicycle dan TENS mengalami penurunan lebih besar (median pre-test: 11,8 pg/mL; post-test: 1,2 pg/mL; p=0,001) dibandingkan dengan kelompok static bicycle saja (mean pre-test: 11,55 ± 2,43 pg/mL; post-test: 9,83 ± 2,27 pg/mL; p=0,008). Peningkatan ROM lebih signifikan pada kelompok kombinasi (mean pre-test: 120,48±5,55°; post-test: 131,10±2,82°; p=0,001) dibandingkan dengan kelompok static bicycle saja (mean pre-test: 122,36±5,62°; post-test: 125,36±5,77°; p=0,001). Skor WOMAC juga menunjukkan perbaikan kemampuan fungsional yang lebih besar pada kelompok kombinasi (mean difference: 26,06 ; p=0,001) dibandingkan dengan kelompok static bicycle saja (mean difference: 14,12; p=0,001). Terdapat penurunan signifikan kadar IL-6 setelah intervensi pada kedua kelompok, dengan penurunan yang lebih besar pada kelompok kombinasi (median - 9.44 vs -1.50; p=0.001). Peningkatan ROM juga lebih besar pada kelompok kombinasi (10.62° vs 3.22°; p=0.001). Skor WOMAC menunjukkan perbaikan fungsional signifikan pada kedua kelompok, namun lebih besar pada kelompok kombinasi (penurunan -26.06 vs -14.13; p=0.001). Kesimpulan. Kombinasi intervensi static bicycle dan TENS lebih efektif dibandingkan static bicycle saja dalam menurunkan kadar IL-6, meningkatkan ROM, dan memperbaiki kemampuan fungsional pada pasien KOA. Terapi kombinasi ini direkomendasikan sebagai pendekatan optimal dalam penatalaksanaan KOA.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Osteoarthritis Lutut, Static Bicycle, TENS, IL-6, ROM, WOMAC
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 13 Nov 2025 02:41
Last Modified: 13 Nov 2025 02:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50638

Actions (login required)

View Item
View Item