RICO, RICO (2025) Analisis Kinerja Pelaku Agribisnis dan Subsistem Kelembagaan untuk Mendukung Keberlanjutan Agribisnis Kopi Arabika di Toraja Utara, Indonesia = Analysis of Performance of Agribusiness Actors and Institutional Subsystems to Support The Sustainability of Arabica Coffee Agribusiness in North Toraja, Indonesia. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P013201010-1dEuAmXsTowJz8Pi-20250701113617.jpg
Download (204kB) | Preview
P013201010-1-2.pdf
Download (1MB)
P013201010-dp.pdf
Download (447kB)
P013201010-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 June 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
RICO. Analisis Kinerja Pelaku Agribisnis dan Subsistem Kelembagaan untuk Mendukung Keberlanjutan Agribisnis Kopi Arabika di Toraja Utara, Indonesia (dibimbing oleh Rahim Darma, Darmawan Salman, Mahyuddin). Latar Belakang. Kabupaten Toraja Utara merupakan salah satu sentra utama produksi kopi Arabika di Indonesia, yang dikenal secara global karena cita rasanya yang khas. Namun, keberlanjutan agribisnis kopi di wilayah ini menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti ketimpangan distribusi nilai tambah, fluktuasi harga, keterbatasan kapasitas kelembagaan, dan lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Ketidakterpaduan sistem ini berdampak pada stagnasi kesejahteraan petani dan rendahnya efisiensi rantai nilai kopi. Untuk mendorong pembangunan agribisnis yang berkelanjutan, dibutuhkan pemahaman komprehensif mengenai kinerja stakeholder, hubungan antar subsistem, serta kapasitas kelembagaan yang mendukung tata kelola agribisnis secara adil dan efisien. Tujuan. (1) Kinerja pelaku/stakeholder agribisnis kopi Arabika, (2) Pengaruh kinerja pelaku terhadap kinerja masing-masing subsistem agribisnis (input, on-farm, hilir, pemasaran, kelembagaan), serta (3) Keberlanjutan agribisnis kopi Arabika. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yang menggabungkan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 96 responden dari berbagai pelaku agribisnis kopi, mulai dari petani, koperasi, dinas pertanian, pelaku usaha, hingga akademisi. Analisis dilakukan menggunakan beberapa teknik: Interpretative Structural Modeling (ISM) untuk memetakan hubungan antar aktor, Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengevaluasi kepentingan dan kinerja stakeholder, Structural Equation Modeling (SEM-PLS) untuk mengukur pengaruh kinerja stakeholder terhadap subsistem agribisnis, dan Multidimensional Scaling (MDS) untuk menilai tingkat keberlanjutan berdasarkan lima dimensi utama: ekonomi, sosial, ekologi, kelembagaan, dan teknologi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis kopi Arabika di Toraja Utara tergolong cukup berkelanjutan, dengan skor keberlanjutan keseluruhan yang menunjukkan potensi perbaikan. Dimensi kelembagaan dan teknologi merupakan faktor pengungkit utama dalam mendorong keberlanjutan, sementara koordinasi antar stakeholder masih menjadi tantangan krusial. Beberapa aktor strategis, seperti dinas pertanian dan kelompok tani, menunjukkan peran penting namun belum didukung oleh kapasitas kelembagaan yang memadai. Kesimpulan. Oleh karena itu, strategi peningkatan keberlanjutan perlu difokuskan pada penguatan kapasitas stakeholder, peningkatan sinergi antar subsistem agribisnis, serta reformasi kelembagaan yang adaptif dan inklusif. Penelitian ini menawarkan kerangka analisis yang komprehensif untuk pengambilan kebijakan agribisnis berbasis sistem dan keberlanjutan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: agribisnis kopi Arabika; pemangku kepentingan; sinergi subsistem; kelembagaan; keberlanjutan |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 13 Nov 2025 01:13 |
| Last Modified: | 13 Nov 2025 01:13 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50631 |
