EFEK NATA KULIT PEPAYA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN POPULASI LACTOBACILLUS GASSERI PADA TIKUS JANTAN DIABETES YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN = THE EFFECT OF NATA FROM PAPAYA SKIN ORAL ADMINISTRATION ON THE BLOOD GLUCOSE LEVEL AND LACTOBACILLUS GASSERI POPULATION IN MALE RATS WITH DIABETES INDUCED BY STREPTOZOTOCIN


FITRIANA, NUR (2025) EFEK NATA KULIT PEPAYA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN POPULASI LACTOBACILLUS GASSERI PADA TIKUS JANTAN DIABETES YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN = THE EFFECT OF NATA FROM PAPAYA SKIN ORAL ADMINISTRATION ON THE BLOOD GLUCOSE LEVEL AND LACTOBACILLUS GASSERI POPULATION IN MALE RATS WITH DIABETES INDUCED BY STREPTOZOTOCIN. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P062222007-k6Mz4yU12xGX9PE8-20250603172941.jpg

Download (375kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P062222007-1-2.pdf

Download (495kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P062222007-dp.pdf

Download (204kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
P062222007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

NUR FITRIANA. Efek pemberian nata kulit pepaya terhadap kadar glukosa darah dan populasi Lactobacillus gasseri pada tikus jantan diabetes yang diinduksi streptozotocin (dibimbing oleh Marhaen Hardjo dan Ika Yustisia) Kulit pepaya, hasil sampingan dari pengolahan buah pepaya, merupakan sumber serat, menjadikannya bahan baku yang menjanjikan untuk produksi nata—produk fermentasi berbentuk gel dengan potensi manfaat kesehatan. Penelitian ini mengevaluasi efek nata kulit pepaya terhadap kontrol glikemik dan populasi Lactobacillus gasseri pada tikus Wistar jantan dengan diabetes yang diinduksi streptozotosin (STZ). Dua puluh lima ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri dari lima ekor tikus: kelompok kontrol negatif (diberi 2 ml aquades), kelompok kontrol positif (diberi 0.6 g selulosa), dan kelompok perlakuan yang diberikan nata kulit pepaya (NKP) secara oral dengan dosis 0,5 g (NKP1), 0,6 g (NKP 2), dan 0,7 g (NKP 3) sekali sehari selama empat minggu. Semua tikus diinduksi dengan satu dosis streptozotosin (STZ) sebesar 40 mg/kg scara intraperitoneal. Parameter yang diukur meliputi kadar glukosa darah puasa (GDP), hemoglobin A1c (HbA1c), dan jumlah populasi Lactobacillus gasseri. Berat badan, panjang badan, indeks Lee, serta status kesehatan tikus dipantau setiap minggu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan kadar GDP pada NKP1, NKP 2, dan NKP3 (p<0,05). Penurunan signfikan HbA1c pada kelompok NKP2 dan NKP3 dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (p<0,05). Terdapat pemulihan berat badan yang signifikan pada NKP1, NKP2, dan NKP3 dibandingkan dengan KN (p<0.01). Kemudian terjadi perbaikan status obesitas yang signifikan melalui parameter indeks Lee pada kelompok NKP2 dan NKP3 (p<0.05). Analisis jumlah populasi Lactobacillus gasseri menggunakan RT-PCR menunjukkan peningkatan jumlah L. gasseri pada kelompok NKP1 dan NKP3 dengan hasil berturut-turut 334.1±261.8 CFU/mL dan 139.8±81.7 CFU/mL. Kandungan serat kasar nata kulit pepaya per 100-gram yang tinggi (2,08%) berkontribusi dalam pengendalian glukosa darah dan jumlah populasi Lactobacillus gasseri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nata kulit pepaya dapat memperbaiki kontrol glikemik dan meningkatkan jumlah populasi Lactobacillus gasseri pada tikus Wistar jantan dengan diabetes yang diinduksi streptozotosin (STZ).

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Nata kulit pepaya; Manajemen diabetes; Mikrobiota usus; Hemoglobin A1c (HbA1c); Glukosa darah puasa; Serat pangan.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 13 Nov 2025 01:10
Last Modified: 13 Nov 2025 01:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50630

Actions (login required)

View Item
View Item