PENGARUH DOSIS NANOPARTIKEL PERAK KITOSAN CANGKANG TIRAM YANG BERBEDA PADA PAKAN UDANG VANAME (Penaeus vannamei) TERHADAP EKSPRESI GEN PENAEIDIN YANG TERINFEKSI BAKTERI Vibrio harveyi = Effect of Oyster Shell Chitosan Silver Nanoparticle Dosage on Vaname Shrimp Feed (Penaeus vannamei) Against Gene Expression of the Penaeid Those Infected with Bacteria Vibrio harveyi


QADRI, A. FATHIR (2025) PENGARUH DOSIS NANOPARTIKEL PERAK KITOSAN CANGKANG TIRAM YANG BERBEDA PADA PAKAN UDANG VANAME (Penaeus vannamei) TERHADAP EKSPRESI GEN PENAEIDIN YANG TERINFEKSI BAKTERI Vibrio harveyi = Effect of Oyster Shell Chitosan Silver Nanoparticle Dosage on Vaname Shrimp Feed (Penaeus vannamei) Against Gene Expression of the Penaeid Those Infected with Bacteria Vibrio harveyi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L031211019-Cover.jpeg

Download (182kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L031211019-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (403kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L031211019-dp(FILEminimizer).pdf

Download (203kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L031211019-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 1 June 2027.

Download (820kB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Udang vaname (Penaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi baik di pasar domestik maupun global, dimana 77% di antaranya diproduksi oleh negara-negara Asia termasuk Indonesia. Salah satu keunggulan dari udang vaname adalah harga jual tinggi, dan mudah dibudidayakan. Namun, beberapa tahun terakhir terjadi permasalahan penyakit infeksi pada udang vaname yang diakibatkan karena adanya parasite, virus dan bakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan, perkembangan dan respon terhadap stres lingkungan atau infeksi patogen udang vaname. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dosis nanopartikel perak kitosan cangkang tiram yang ditambahkan pada pakan sehingga mampu mengetahui ekspresi gen penaeidin pada udang vaname (Penaeus vannamei) yang terinfeksi bakteri V.harveyi. Metode. Data penelitian ekspresi gen penaeidin diperoleh secara deskriptif berdasarkan kemunculan pita hasil analisis PCR. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan dengan dosis 2 kg pakan formulasi (perlakuan A), 2 kg pakan formulasi + 75 ml NPKCT (perlakuan B), 2 kg pakan formulasi + 150 ml NPKCT (perlakuan C), dan 2 kg pakan formulasi + 225 ml NPCKT (perlakuan D). Hasil. Ekspresi gen penaedin dari udang yang diberi pakan dengan dosis nanopartikel perak kitosan yang berbeda pada 0, 1, 3, dan 5 hari setelah terinfeksi hasilnya bervariasi. Pasca infeksi bakteri V. harveyi ekspresi gen penaedin pada udang menunjukkan aktifitas perlawanan yang tidak konsisten pada perlakuan A, B, dan D pada hari awal, 1, 3 dan 5. Sedangkan ekspresi dari udang yang diberi pakan nanopartikel perak kitosan terlihat kuat pada perlakuan C dihari ke 3 dan 5. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa pada perlakuan C (150 ml NPKCT) memicu respons imun yang paling baik diantara perlakuan lainnya dengan meningkatkan ekspresi penaedin. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penambahan AgNPs kitosan limbah cangkang tiram pada pakan udang vaname, memperoleh hasil ekspresi gen penaeidin yang baik dalam menghambat bakteri V.harveyi pada dosis 150 ml.

Keyword : udang vaname; nanopartikel perak kitosan; cangkang tiram; pakan; ekspresi gen; penaeidin; PCR.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Vaname shrimp; chitosan silver nanoparticles; oyster shell; feed; gene expression; Penaeidin; PCR.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 12 Nov 2025 07:45
Last Modified: 12 Nov 2025 07:45
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50629

Actions (login required)

View Item
View Item