NISA, NURUL AN (2025) HUBUNGAN LEBAR KARAPAS DAN BERAT KEPITING BAKAU (Scylla sp.) HASIL TANGKAPAN DI DESA AMPEKALE, KECAMATAN BONTOA, KABUPATEN MAROS = RELATIONSHIP BETWEEN CARAP WIDTH AND WEIGHT OF MUDGROA CRAB (Scylla sp.) CATCHED IN AMPEKALE VILLAGE, BONTOA DISTRICT, MAROS REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L021211063-Cover.png
Download (140kB) | Preview
L021211063-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (302kB)
L021211063-dp(FILEminimizer).pdf
Download (159kB)
L021211063-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Informasi biologi perikanan diperlukan untuk mengetahui status dari suatu komoditas perikanan di alam, terutama komoditas yang bernilai ekonomi tinggi seperti kepiting bakau. Salah satu daerah penangkapan kepiting bakau di alam adalah Desa Ampekale. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebar karapas dan berat kepiting bakau (Scylla sp.) serta nisbah jelamin kepiting bakau di Desa Ampekale. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi mengenai pola pertumbuhan dan kegemukan kepiting bakau di Desa Ampekale. Metode. Selama penelitian di bulan Desember 2024 sampai akhir Januari 2025, dilakukan pengambilan sampel sebanyak tiga kali dengan interval waktu satu kali selama dua minggu di tiga stasiun berbeda. Pengukuran lebar karapas dan berat dilakukan langsung di lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan program software Microsoft Excell 2019 dan SPSS ver. 30.0.0. Hasil. Jumlah sampel kepiting yang didapatkan selama penelitian sebanyak 106 ekor terdiri atas 49 ekor jantan dan 57 ekor betina. Koefisien b kepiting bakau jantan dan betina di stasiun I masing-masing sebesar 2,4320 dan 1,7597. Pada stasiun II koefisien b kepiting bakau jantan dan betina 1,0462 dan 2,0525. Pada stasiun III koefisien b kepiting bakau jantan dan betina 2,9896 dan 2,2826. Relasi ini menunjukkan tipe pertumbuhan untuk jantan di stasiun III adalah isometrik dan tipe pertumbuhan lain di dominasi oleh tipe pertumbuhan allometrik negatif. Adapun nisbah kelamin yang didapatkan dari keseluruhan sampel kepiting bakau yaitu 1:1,16 yang didominasi oleh betina dengan uji Chi kuadrat X2 hitung sebesar 1,9856 dan X2 tabel sebesar 1,9830 yang menunjukan hasil kepiting bakau jantan dan betina dalam keadaan seimbang. Kesimpulan. Pola pertumbuhan kepiting bakau dalam penelitian ini didominasi tipe pertumbuhan allometrik negatif, dimana pertambahan lebar karapas lebih cepat dibandingkan pertambahan berat tubuh kepiting bakau.
Keyword : kepiting bakau; nisbah kelamin; desa Ampekale; isometrik; allometrik negatif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mud crab; sex ratio; mangrove; Ampekale village; isometric; negative allometric. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 12 Nov 2025 05:46 |
| Last Modified: | 12 Nov 2025 05:46 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50620 |
