INFORMATION DISORDER BERBASIS ONLINE DI MEDIA SOSIAL TERHADAP POTENSI KEKERASAN REMAJA (SEBUAH ANALISIS JARINGAN SOSIAL DAN DISKURSUS) = ONLINE-BASED INFORMATION DISORDER IN SOCIAL MEDIA ON THE POTENTIAL OF YOUTH VIOLENCE (A SOCIAL NETWORK AND DISCOURSE ANALYSIS)


IRWANTO, IRWANTO (2025) INFORMATION DISORDER BERBASIS ONLINE DI MEDIA SOSIAL TERHADAP POTENSI KEKERASAN REMAJA (SEBUAH ANALISIS JARINGAN SOSIAL DAN DISKURSUS) = ONLINE-BASED INFORMATION DISORDER IN SOCIAL MEDIA ON THE POTENTIAL OF YOUTH VIOLENCE (A SOCIAL NETWORK AND DISCOURSE ANALYSIS). Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
sampul.png

Download (106kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E033222002-bab 1-2.pdf

Download (513kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
E033222002-dapus.pdf

Download (89kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
E033222002-full teks.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 May 2027.

Download (11MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Perkembangan pesat teknologi komunikasi digital telah merevolusi interaksi sosial, yang secara signifikan memengaruhi cara individu mengakses dan menyebarkan informasi. Di tengah transformasi ini, munculnyainformation disorder —termasuk misinformasi, disinformasi, dan malinformasi—telah meningkatkan risiko kekerasan daring, terutama di kalangan remaja. Tujuan. Studi ini mengeksplorasi hubungan kompleks antara gangguan informasi daring dan kekerasan remaja di media sosial, dengan fokus pada produksi, penyebaran, dan dampak fenomena ini. Metode. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, studi ini menggabungkan analisis bibliometrik, Analisis Jaringan Sosial (SNA), dan Analisis Diskursus Kritis Multimodal (MCDA) untuk mengidentifikasi tren, struktur jaringan, dan konstruksi naratif seputar information disorder. Studi kasus insiden viral—mulai dari kekerasan fisik, perundungan hingga pembakaran sekolah yang melibatkan remaja—berfungsi sebagai titik fokus untuk menilai bagaimana diskursus daring membentuk persepsi publik dan berkontribusi pada pola perilaku. Dengan mengintegrasikan dimensi budaya kolektivisme, studi ini menyoroti pengaruh nilai-nilai masyarakat terhadap penyebaran dan penerimaan misinformasi digital. Hasil. Temuan studi ini bertujuan untuk memberikan wawasan komprehensif tentang peran media sosial dalam memperkuat kecenderungan kekerasan di kalangan remaja dan mengusulkan kerangka mitigasi yang menekankan literasi digital dan intervensi kebijakan. Kesimpulan. Studi ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan penelitian di persimpangan misinformasi daring dan kekerasan remaja sekaligus memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan platform digital untuk mendorong lingkungan daring yang lebih aman. Dengan membahas aspek budaya dan teknologi dari masalah ini, studi ini menggarisbawahi kebutuhan kritis akan pendekatan multifaset untuk mengekang dampak sosial dari misinformasi digital.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: gangguan informasi, kekerasan remaja, media sosial, kolektivistik, indonesia
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 11 Nov 2025 06:19
Last Modified: 11 Nov 2025 06:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50618

Actions (login required)

View Item
View Item