ALMUKARRAMAH, MUKMINAH (2025) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM) DAN DAUN SIRIH HIJAU (PIPER BETLE L) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS SALAH SATU PENYEBAB KEPUTIHAN (FLUOR ALBUS) SECARA IN VITRO = COMPARISON OF THE EFFECTIVENESS OF RED BETEL LEAF (PIPER CROCATUM) AND GREEN BETEL LEAF (PIPER BETLE L) DECOCTION WATER AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS BACTERIA (FLUOR ALBUS) IN VITRO. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P102232016-3AWgUiDw8QOpVHNx-20250626084904.jpg
Download (400kB) | Preview
P102232016-1-2.pdf
Download (253kB)
P102232016-dp.pdf
Download (410kB)
P102232016-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
MUKMINAH ALMUKARRAMAH. Perbandingan Efektivitas Air Rebusan Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle L) terhadap Bakteri Staphyloccus Aureus Salah Satu Penyebab Keputihan (Fluor albus) secara In vitro (dibimbing oleh Mardiana Ahmad dan Sartini). Latar belakang. Tanaman obat tradisional daun sirih merah (Piper crocatum) dan daun sirih hijau (Piper betle L) dikenal sebagai tanaman herbal yang dapat mengatasi berbagai macam penyakit termasuk keputihan (Fluor albus) salah satu penyebab keputihan adalah bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan efektivitas air rebusan daun sirih merah (Piper crocatum) dan daun sirih hijau (Piper betle L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus salah satu penyebab keputihan (Fluor albus) secara In vitro. Metode. Penelitian ini menggunakan metode mikrodilusi untuk menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) yang dilakukan dengan cara menilai secara visual perubahan warna dan pertumbuhan bakteri pada media yang telah diinkubasi selama 24 jam dan metode difusi agar dilakukan untuk menganalisis perbandingan efektivitas daun sirih merah dan daun sirih hijau terhadap bakteri Staphylococcus aureus salah satu penyebab keputihan dengan cara mengukur diameter zona hambat menggunakan kaliper (jangka sorong digital) setelah diinkubasi selama 24 jam. Hasil. Pada hasil uji dengan metode mikrodilusi, tidak terdapat konsentrasi hambat minimum liofilisat air rebusan daun sirih merah sedangkan konsentrasi hambat minimum pada daun sirih hijau yaitu (0,25%). Pada hasil uji difusi agar, tidak terdapat diameter zona hambat pada daun sirih merah, sedangkan pada daun sirih hijau terdapat diameter zona hambat dengan rata-rata (16,72 ± 1,24 mm). Kesimpulan. Air rebusan daun sirih hijau lebih efektif dibandingkan air rebusan daun sirih merah dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus salah satu penyebab keputihan (Fluor albus).
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | piper crocatum; piper betle l, keputihan; staphylococcus aureus; anti-bakteri |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Kebidanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 12 Nov 2025 06:58 |
| Last Modified: | 12 Nov 2025 06:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50608 |
