M, MAKMUR (2025) PERAKITAN JAGUNG HIBRIDA PRODUKSI TINGGI MELALUI SELEKSI SEGREGAN TRANSGRESIF HASIL SINGLE CROSS, DOUBLE CROSS, DAN CONVERGENT BREEDING = ASSEMBLING OF CORN HYBRIDS PRODUCTION THROUGH SELECTION OF TRANSGRESSIVE SEGREGANTS RESULTING FROM SINGLE CROSS, DOUBLE CROSS, AND CONVERGENT BREEDING. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P013191016 cvr.pdf
Download (287kB)
P013191016-1-2.pdf
Download (706kB)
P013191016-dp.pdf
Download (101kB)
P013191016-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 June 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Makmur M. Perakitan Jagung Hibrida Produksi Tinggi Melalui Seleksi Segregan Transgresif Hasil Single Cross, Double Cross, dan Convergent breeding (dibimbing oleh Ambo Ala, Farid Bdr, Katriani Mantja) Latar Belakang. Proses penggaluran tanaman jagung dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis persilangan seperti Single Cross, Double Cross dan Convergent breeding dan melewati proses yang sangat panjang sehingga digunakan seleksi segregan transgresif yang diharapkan dapat mengefisienkan waktu seleksi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji galur galur pada generasi S2 dan S3 melalui seleksi segregan transgresif hasil single cross, double cross, dan convergent breeding. Metode. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan selfing dan evaluasi serta menyeleksi galur hasil S2 untuk mendapatkan galur segregan transgresif yang akan dilanjutkan pada generasi S3 pada 3 jenis persilangan yaitu Single cross, double cross dan convergent breeding. Analisis data dilakukan dengan analisis sidik ragam, analisis heritabilitas, analisis korelasi, analisis sidik lintas, serta analisis segregan transgresif. Hasil. Sebaran nilai tengah dan ragam galur pada sebaran nilai tengah dan ragam galur pada populasi generasi S2 diperoleh bahwa seluruh populasi dari 3 jenis persilangan memiliki nilai tengah galur yang lebih tinggi dari masing-masing nilai tengah tetua terbaiknya dengan rentang nilai antara 120 sampai 135. Sedangkan hanya terdapat 24 galur dari ketiga jenis persilangan yang memiliki nilai ragam tinggi dari ragam tetua terendah, sehingga terdapat 142 galur yang terindentifikasi sebagai galur segregan transgresif. Kombinasi penggunaan prediksi tak bias linier terbaik dan kemampuan penggabungan spesifik dalam seleksi indeks galur hibrida berdasarkan augmented design dianggap cukup memadai untuk diterapkan. Seleksi indeks ini dinilai cukup ketat, dengan persentase 8,18% dari total galur. Kesimpulan. Galur terbaik hasil seleksi segregan transgresif berdasarkan karakter bobot biji per tongkol yang akan dilanjutkan pada generasi S3 yaitu 9 populasi dari jeni persilangan single cross, 49 populasi dari jenis persilangan convergent breeding, serta 86 populasi dari jenis persilangan double cross.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Single Cross, Double Cross, Convergent breeding, Segregan Transgresif, Jagung, |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 12 Nov 2025 06:49 |
| Last Modified: | 12 Nov 2025 06:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50604 |
