Ihwan, Ihwan (2025) KERANG DARAH (Tegillarca granosa) SEBAGAI BIOREMEDIATOR LIMBAH TAMBAK INTENSIF UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei): EFEKTIVITAS FILTRASI, HISTOPATOLOGI DAN MORTALITAS = BLOOD COCKLE (Tegillarca granosa) AS A BIOREMEDIATOR OF INTENSIVE VANNAMEI SHRIMP (Litopenaeus vannamei) POND WASTE: FILTRATION EFFECTIVENESS, HISTOPATHOLOGY AND MORTALITY. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
L013191020-Cover.jpg
Download (369kB) | Preview
L013191020-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (1MB)
L013191020-dp(FILEminimizer).pdf
Download (414kB)
L013191020-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 June 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
IHWAN. Kerang Darah (Tegillarca granosa) Sebagai Bioremediator Limbah Tambak Intensif Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei): Efektivitas Filtrasi, Histopatologi dan Mortalitas (dibimbing oleh Rajuddin Syamsuddin, Dody Dharmawan Trijuno, Khusnul Yaqin). Latar Belakang. Tingginya penggunaan pakan buatan merupakan penyumbang limbah terbesar pada budidaya intesif udang vannamei. Limbah yang toksik dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem pelu diolah lebih lanjut melalui mekanisme remediasi. Kerang darah sebagai filter feeder dapat dimanfaatkan sebagai biofilter namun faktor ukuran dan kepadatan menjadi pertimbangan dalam pemanfaatannya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas remediasi dan laju filtrasi kerang darah terhadap limbah tambak intensif udang vannamei, serta pengaruhnya terhadap struktur histologi insang dan mortalitas kerang darah. Metode. Kajian dalam penelitian dibagi menjadi 3 bagian, yaitu; 1) efektivitas remediasi dan laju filtrasi kerang darah terhadap limbah tambak; 2) kerusakan struktur histologi insang kerang darah akibat paparan limbah tambak; dan 3) mortalitas kerang darah akibat paparan limbah tambak. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, antara lain; ukuran kerang (A) dan kepadatan kerang (B). Masing-masing faktor terdiri atas 2 taraf yaitu A1: 2-3 cm, A2: 4-5 cm, B1:15 ekor/10 L dan B2: 10 ekor/10 L, yang masing-masing diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah kualitas air, histologis insang dan mortalitas kerang darah. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil. Ukuran kerang secara tunggal dan interaksinya dengan padat penebaran berpengaruh signifikan terhadap efektivitas remediasi. Efektivitas remediasi nitrit tertinggi pada perlakuan A2B1 (78,93%) dan A2B2 (73,12%), sedangkan bahan organik total tertinggi pada perlakuan A2B2 (24,49%). Laju filtrasi bahan organik total tertinggi pada perlakuan A1B2, sedangkan nitrit tertinggi pada Perlakuan A1B2 dan A2B2. Perubahan histopatologis yang terjadi, yaitu; nekrosis, edema, hiperplasia, dan fusi lamela. Kerang hidup tidak menunjukkan adanya kerusakan insang parah. Perlakuan A1B1 dan A1B2 mengalami kerusakan insang sedang (26–50%). Perlakuan A2B1 dan A2B2 mengalami kerusakan insang ringan (1–25%). Kerang yang mati ukuran kecil mengalami kerusakan insang parah (lebih dari 50%), sedangkan ukuran besar mengalami kerusakan insang sedang (26–50%). Ukuran maupun kepadatan berpengaruh signifikan terhadap mortalitas. Perlakuan A1B1 dan A1B2 secara signifikan menujukkan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan Perlakuan A2B1 dan A2B2. Mortalitas tertinggi pada hari ke-7, yaitu 98,22% (A2B2) dan 97,78% (A1B2). Kesimpulan. Kerang darah efektif meremediasi nitrit dan bahan organik total dalam limbah tambak intensif udang vannamei dengan laju filtrasi yang bervariasi. Paparan limbah menyebabkan perubahan histopatologis insang, antara lain nekrosis, edema, hiperplasia, dan fusi lamela dengan tingkat kerusakan bervariasi mulai dari ringan sampai dengan parah. Mortalitas kerang darah meningkat seiring waktu pemeliharaan, dimana kerang ukuran kecil dan padat tebar tinggi menunjukkan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan kerang ukuran besar dan padat tebar rendah.
Keyword : kerang darah; limbah; filtrasi; histologis; insang; mortalitas.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Blood cockle; waste water; filtration; histology; gill; mortality. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 12 Nov 2025 02:33 |
| Last Modified: | 12 Nov 2025 02:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50592 |
