KEANEKARAGAMAN KEPITING DI KAWASAN WISATA EKOSISTEM MANGROVE LANTEBUNG KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN = CRAB DIVERSITY IN THE LANTEBUNG MANGROVE ECOSYSTEM AREA, MAKASSAR CITY, SOUTH SULAWESI


ZEPTA, WAODE NIMAS (2025) KEANEKARAGAMAN KEPITING DI KAWASAN WISATA EKOSISTEM MANGROVE LANTEBUNG KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN = CRAB DIVERSITY IN THE LANTEBUNG MANGROVE ECOSYSTEM AREA, MAKASSAR CITY, SOUTH SULAWESI. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L011201100-Cover.png

Download (84kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L011201100-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (173kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L011201100-dp(FILEminimizer).pdf

Download (142kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L011201100-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 15 May 2027.

Download (883kB)

Abstract (Abstrak)

Kepiting merupakan salah satu hewan yang tersebar dalam habitat yang luas dan beraneka ragam, mulai dari lingkungan air, baik tawar maupun asin dan lingkungan darat dan salah satu habitat kepiting adalah ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini untuk menghitung kelimpahan dan komposisi jenis kepiting, mengukur morfometrik dan bobot kepiting, menghitung indeks keanekaragaman kepiting dan menganalisis pengaruh parameter lingkungan terhadap indeks keanekaragaman kepiting di kawasan wisata ekosistem mangrove Lantebung. Pengambilan sampel kepiting dilakukan dengan menggunakan bubu lipat pada 3 stasiun dengan 5 plot di setiap stasiun. Pengukuran parameter lingkungan yang diamati terdiri dari suhu, salinitas, pH air, pH tanah dan jenis substrat. Data dianalisis dengan menggunakan rumus indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi Brillouin. Hasil menunjukkan terdapat sebanyak 4 spesies kepiting yaitu Episesarma lafondii, Scylla olivacea, S paramamosain dan S. tranquebarica. Jumlah individu yang ditemukan sebanyak 48 individu. Kelimpahan kepiting bakau rata-rata didapatkan nilai pada Stasiun 1 dengan nilai 6 ind, dan pada Stasiun 2 dan Stasiun 3 dengan nilai 5 ind. Komposisi jenis didominasi oleh S. paramamosain dengan rata-rata 54%, sedangkan komposisi jenis terendah diperoleh pada spesies E. lafondii dengan rata-rata 6%. Hasil regresi morfometrik yang paling signifikan terdapat pada spesies E. lafondii, sedangkan morfometrik yang tidak signifikan terdapat pada spesies S. olivacea. Bobot terberat terdapat pada spesies S. olivacea yaitu 76,50 gr, sedangkan bobot teringan terdapat pada spesies E. lafondii yaitu 30,00 gr. Nilai indeks keanekaragaman jenis Brillouin (HB) dikategorikan rendah hingga sedang (0,31-1,00), indeks keseragaman rendah hingga tinggi (0,32-0,88), dan indeks dominansi rendah hingga sedang (0,26-0,75). Di antara parameter lingkungan, hanya pH air dan pH tanah yang memiliki keterkaitan terhadap keanekaragaman kepiting, pH air memiliki korelasi tinggi dengan keanekaragman kepiting, sedangkan pH tanah memiliki korelasi yang rendah terhadap keanekaragaman kepiting di mangrove Lantebung.

Keyword : mangrove Lantebung, kepiting, komposisi jenis, kelimpahan, morfometrik, keanekaragaman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Lantebung mangrove, crab, species composition, abundance, morphometric, diversity.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 10 Nov 2025 06:54
Last Modified: 10 Nov 2025 06:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50576

Actions (login required)

View Item
View Item