PENGARUH PEMBERIAN HUMAIRA DERMA HEAL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TIKUS YANG DIINFEKSI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS = EFFECT OF HUMAIRA DERMA HEAL ON WOUND HEALING OF MICE INFECTED WITH STAPHYLOCOCCUS AUREUS BACTERIA


AGUSTINA, EKA (2025) PENGARUH PEMBERIAN HUMAIRA DERMA HEAL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TIKUS YANG DIINFEKSI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS = EFFECT OF HUMAIRA DERMA HEAL ON WOUND HEALING OF MICE INFECTED WITH STAPHYLOCOCCUS AUREUS BACTERIA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P102232014-Fu6vst84mcpy0gCZ-20250704164534.jpg

Download (210kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P102232014-1-2.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P102232014-dp.pdf

Download (136kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
P102232014-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 June 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

EKA AGUSTINA. Pengaruh Pemberian Humaira Derma Heal Terhadap Penyembuhan Luka Tikus yang Diinfeksi Bakteri Staphylococcus aureus. (Dibimbing oleh Dr. Andi Nilawati Usman dan Dr. Risfah Yulianty) Latar Belakang: Penyembuhan luka pasca infeksi bakteri seringkali memerlukan waktu yang lama dan dapat mengalami komplikasi, terutama pada luka yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Luka sayat yang terjadi pada prosedur medis seperti operasi sectio caesarea (SC) atau kecelakaan seringkali berisiko tinggi untuk terinfeksi dan memperlambat proses penyembuhan. Penggunaan antibiotik secara berlebihan dapat menyebabkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan terapi alternatif yang lebih aman dan efektif. Humaira Derma Heal, kombinasi liniment minyak ayam broiler dan Virgin Coconut Oil (VCO), memiliki potensi sebagai terapi komplementer dalam mempercepat penyembuhan luka dan mencegah infeksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian Humaira Derma Heal terhadap penyembuhan luka pada tikus yang diinfeksi bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen murni dengan 28 tikus betina sehat yang dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan. Kelompok pertama diberi antibiotik dan antinyeri, sementara kelompok kedua dan ketiga diberi perlakuan dengan berbagai konsentrasi Humaira Derma Heal (60:40% dan 40:60%) selain antibiotik dan antinyeri. Penyembuhan luka dinilai menggunakan skala REEDA (kemerahan, pembengkakan, bercak perdarahan, pengeluaran, dan penyatuan luka). Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Friedman dengan bantuan SPSS. Hasil : Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua formulasi Humaira Derma Heal (60:40% dan 40:60%) secara signifikan lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan luka dibandingkan kelompok yang hanya diberi antibiotik dan antinyeri. Formulasi dengan konsentrasi 40:60% menunjukkan hasil terbaik, dengan penurunan kemerahan, pembengkakan, bercak perdarahan, pengeluaran, dan penyatuan luka yang lebih cepat. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan: Humaira Derma Heal dapat menjadi alternatif yang efektif dan lebih aman dibandingkan terapi konvensional dengan antibiotik dalam penyembuhan luka yang diinfeksi Staphylococcus aureus. Formulasi dengan konsentrasi 40:60% memberikan hasil terbaik dalam mempercepat proses penyembuhan luka.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Humaira Derma Heal, penyembuhan luka, Staphylococcus aureus, minyak ayam broiler, Virgin Coconut Oil (VCO), SPSS, uji Kruskal-Wallis, uji Friedman.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Kebidanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 10 Nov 2025 01:46
Last Modified: 10 Nov 2025 01:46
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50544

Actions (login required)

View Item
View Item