YANDANI, YANDANI (2025) Analisis Epidemiologi Pasien Hemodialisis pada Rumah Sakit Pemerintah di Kota Makassar Tahun 2024 = Epidemiological Analysis of Hemodialysis Patients at Government Hospitals in Makassar City in 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R021211013-8014vkcmLPQEjZKy-20250618184546.jpg
Download (68kB) | Preview
R021211013-1-2.pdf
Download (4MB)
R021211013-dp.pdf
Download (1MB)
R021211013-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 June 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Hemodialisis adalah prosedur pembersihan darah yang dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak dengan mengeluarkan zat-zat toksin dari darah menggunakan mesin dialyzer. Indonesian Renal Registry (IRR) (2020) mencatat sebanyak 61.786 pasien baru yang menjalani hemodialisis, serta sebanyak 130.931 pasien aktif yang masih menjalani hemodialisis pada tahun 2020. Observasi awal yang telah dilakukan, terdapat 1.004 pasien hemodialisis di empat Rumah sakit pemerintah yang ada di kota Makassar. Dimana hal ini menunjukan tingginya insidensi hemodialisis di Makassar. Namun belum adanya data yang mempuni terkait informasi mengenai epidemiologi pasien hemodialisis khususnya di kota Makassar. Hal tersebut membuat penulis tertarik melakukan penelitian terkait gambaran yang jelas mengenai epidemiologi pasien hemodialisis di Rumah Sakit Pemerintah yang berada di Makassar. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epidemiologi pasien hemodialisis di Rumah sakit pemerintah yang ada di Makassar Tahun 2024. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif retrospektif melalui analisa data sekunder dari rekam medik pasien di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, RSUP Dr. Tadjuddin Chalid, Rumah sakit Tk.II Pelamonia, dan RSUD Labuang Baji. Hasil. Usia pasien hemodialisis yang paling sering ditemukan adalah pada kelompok lansia awal (55-65 tahun), dengan kelompok yang paling sedikit pada kelompok anak-anak (5-11 tahun). Jumlah pasien hemodialisis berdasarkan jenis kelamin menunjukkan proporsi yang hampir seimbang, di mana laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang setara (50%). Frekuensi hemodialisis terbanyak dijadwalkan sebanyak 2x seminggu (52,0%). Mayoritas pasien hemodialisis berada pada kelompok durasi <6 bulan, yaitu sebanyak 502 orang (49,3%), Sementara itu, jumlah pasien dengan survival rate >10 tahun sangat sedikit, yakni hanya 1 orang. Jumlah komorbid pada pasien terbanyak adalah penyakit kardio (39,1%). Pasien yang mendapatkan Intervensi fisioterapi hanya berjumlah 42 pasien (4,1%). Tingkat mortalitas pasien hemodialisis sebanyak 21,8%. Mayoritas pasien berada pada stage 5 (84,0%). Kesimpulan. Pasien didominasi oleh kelompok usia lansia, jenis kelamin seimbang, frekuensi hemodialisis 2x seminggu, lama hemodialisis <6 bulan, komorbid terbanyak adalah penyakit kardio, dan kebanyakan pasien tidak mendapatkan intervensi fisioterapi. Tingrkat mortalitas sebanyak 222 pasien, dan mayoritas pasien berada pada stage 5 hemodialisis dan rata-rata nilai eGFR yaitu 9,49.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hemodialisis, frekuensi hemodialisis, survival rate, komorbid, intervensi fisioterapi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Fisioterapi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 06 Nov 2025 06:01 |
| Last Modified: | 06 Nov 2025 06:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50523 |
