Analisis Kandungan Unsur Batugamping Terhadap Bahan Baku Pembuatan Semen Menggunakan Metode XRF di Penambangan PT. Semen Tonasa. = Analysis of Limestone Element Content for Cement Raw Material Using the X-Ray Fluorescence (XRF) Method in the Mining Area of PT. Semen Tonasa.


PUJA, ANDI DEWANGI RAJENG (2025) Analisis Kandungan Unsur Batugamping Terhadap Bahan Baku Pembuatan Semen Menggunakan Metode XRF di Penambangan PT. Semen Tonasa. = Analysis of Limestone Element Content for Cement Raw Material Using the X-Ray Fluorescence (XRF) Method in the Mining Area of PT. Semen Tonasa. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
H061211027-Cover.jpg

Download (29kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
H061211027-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (555kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
H061211027-dp(FILEminimizer).pdf

Download (518kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
H061211027-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 1 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Batugamping merupakan bahan baku utama dalam industri semen karena kandungan kalsium oksida (CaO) yang tinggi dan magnesium oksida (MgO) yang rendah. Unsur-unsur ini sangat memengaruhi mutu batugamping dan efisiensi produksi. Analisis kimia diperlukan untuk memastikan kesesuaian bahan baku dengan standar operasional. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur dalam batugamping, menentukan kualitas berdasarkan nilai Lime Saturation Factor (LSF), serta merancang komposisi pencampuran bahan baku yang optimal untuk produksi semen di PT. Semen Tonasa. Metode. Sebanyak 15 sampel diambil dari Blok 8 hingga 12. Analisis dilakukan menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui kadar SiO₂, Al₂O₃, Fe₂O₃, CaO, dan MgO. Nilai LSF dihitung dari hasil tersebut. Selanjutnya dilakukan pemetaan mutu menggunakan perangkat lunak ArcGIS dengan metode interpolasi IDW, serta perhitungan komposisi pencampuran untuk mencapai standar produksi. Hasil. Terdapat variasi kandungan unsur antar lokasi. Nilai LSF digunakan untuk mengelompokkan mutu batugamping ke dalam empat kategori: rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Tiga formulasi campuran diperoleh dengan rata-rata LSF sebesar 1.472,64; 1.348,44; dan 1.159,80. Kesimpulan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa batugamping dengan mutu beragam masih dapat dimanfaatkan secara optimal melalui strategi pencampuran yang tepat, sehingga efisiensi produksi tetap tercapai tanpa mengurangi kualitas bahan baku yang disyaratkan.

Keyword : Batugamping, X-Ray Fluorescence (XRF), Lime Saturation Factor (LSF).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Limestone, X-Ray Fluorescence (XRF), Lime Saturation Factor (LSF).
Subjects: Q Science > QB Astronomy
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 05 Nov 2025 04:25
Last Modified: 05 Nov 2025 04:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50488

Actions (login required)

View Item
View Item