ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANJANGAN INTERVAL QTc PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT = ANALYSIS OF FACTORS ASSOCIATED WITH QTC PROLONGATION IN TB DRUG RESISTANCE PATIENTS


AMSAK, BAKHRUL WASIL (2025) ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANJANGAN INTERVAL QTc PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT = ANALYSIS OF FACTORS ASSOCIATED WITH QTC PROLONGATION IN TB DRUG RESISTANCE PATIENTS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C185211007-2AdW48efPbHsCYwz-20250806120932.png

Download (84kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C185211007-1-2.pdf

Download (324kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C185211007-dp.pdf

Download (130kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C185211007-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Tuberkulosis resisten obat (TB-RO) menimbulkan tantangan pengobatan akibat toksisitas dari regimen Multidrug Therapy (MDR) yang berkepanjangan. Pemanjangan interval QTc merupakan efek samping serius yang dapat meningkatkan risiko aritmia. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan pemanjangan interval QTc pada pasienTB resisten obat. Metode: Studi analitis retrospektif dilakukan pada pasien tuberkulosis resisten obat yang dirawat di Rumah Sakit Labuang Baji dan Rumah Sakit Tajuddin Chalid Makassar (Januari 2020 hingga Desember 2024). Sampel total mencakup pasien berusia >16 tahun dengan data EKG dan laboratorium lengkap. Kriteria pengecualian meliputi interval QTc awal >450 ms dan penggunaan obat yang menyebabkan pemanjangan QT secara bersamaan. Rumus Fridericia digunakan untuk menghitung interval QTc. Analisis bivariat dilakukan untuk menilai hubungan antara variabel klinis dan pemanjangan interval QTc.Hasil: Dari 317 pasien, 30,6% mengalami pemanjangan interval QTc. Hubungan yang signifikan ditemukan pada usia lebih tua (p < 0,0001), BMI berlebih (p < 0,0001), diabetes (OR 3,38; p < 0,0001), hipertensi (OR 6,53; p < 0,0001), dan gangguan elektrolit (Na+, K+, Cl-). Penggunaan Bedaquiline, Levofloxacin, dan Clofazimine masing-masing secara independen terkait dengan peningkatan risiko perpanjangan QTc, baik secara individu maupun dalam kombinasi (p < 0,001). Kesimpulan: Perpanjangan QTc pada pasien TB resisten obat berkorelasi dengan usia, komorbiditas metabolik, dan gangguan elektrolit. Regimen yang mengandung Bedaquiline, Levofloxacin, dan Clofazimine memerlukan pemantauan EKG yang ketat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pemanjangan QTc, Tuberkulosis Resisten Obat, Bedaquiline, Levofloxacin, Clofazimine
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 04 Nov 2025 03:41
Last Modified: 04 Nov 2025 03:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50460

Actions (login required)

View Item
View Item