PULUBUHU, SABRAN JAMIL (2025) PERBANDINGAN DEXMEDETOMIDINE DOSIS RENDAH DENGAN MAGNESIUM SULFAT TERHADAP KADAR INTERLEUKIN -6, HEMODINAMIK, PEMULIHAN PASCABEDAH DAN PENGGUNAAN OPIOID PADA BEDAH TULANG BELAKANG = COMPARISON OF LOW-DOSE DEXMEDETOMIDINE WITH MAGNESIUM SULFATE ON INTERLEUKIN-6 LEVELS, HEMODYNAMICS, POSTOPERATIVE RECOVERY, AND OPIOID USE IN SPINE SURGERY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C135202003-WrduCKGDSk1B7LnX-20250730122642.jpg
Download (158kB) | Preview
C135202003-1-2.pdf
Download (1MB)
C135202003-dp.pdf
Download (227kB)
C135202003-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 March 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Latar Belakang: Bedah tulang belakang seringkali menyebabkan nyeri pascaoperasi yang signifikan, peradangan, dan ketidakstabilan hemodinamik, yang mengharuskan penggunaan opioid, yang meningkatkan risiko efek samping. Dexmedetomidine (DEX) dan magnesium sulfat (MgSO₄) adalah adjuvan anestesi yang dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi konsumsi opioid. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk membandingkan efek DEX dan MgSO₄ sebagai adjuvan anestesi terhadap tingkat interleukin-6 (IL-6), stabilitas hemodinamik, pemulihan pascaoperasi, dan konsumsi opioid pada bedah tulang belakang. Metode: Uji klinis terkontrol acak dilakukan pada 24 pasien yang menjalani bedah tulang belakang dengan anestesi umum. Peserta dibagi secara acak menjadi dua kelompok: Kelompok 1 menerima DEX (bolus 1 µg/kg diikuti infus kontinu 0,3–0,5 µg/kg/jam), sedangkan Kelompok 2 diberikan MgSO₄ (bolus 30–50 mg/kg diikuti infus 10–20 mg/kg/jam). Parameter hemodinamik, tingkat IL-6 (pra- dan pascaoperasi), penggunaan opioid, dan hasil pemulihan dianalisis. Hasil: Tingkat IL-6 menurun secara signifikan pada kedua kelompok (p=0,001), dengan penurunan yang lebih besar pada kelompok DEX (-60,5 pg/dL vs. -24,9 pg/dL), meskipun tidak signifikan secara statistik. Stabilitas hemodinamik sebanding, tetapi DEX memberikan kontrol denyut nadi yang lebih baik. Konsumsi opioid lebih rendah pada kelompok DEX pada 24 dan 48 jam pascaoperasi (p < 0,05). Kelompok DEX juga menunjukkan skor Aldrete yang lebih tinggi (p<0,05) dan masa rawat inap yang lebih singkat (3,75 vs. 4,83 hari, p<0,05). Kesimpulan: DEX memberikan efek antiinflamasi yang lebih baik, stabilitas hemodinamik, penggunaan opioid yang lebih rendah, dan pemulihan yang lebih baik dibandingkan MgSO₄ sebagai adjuvan anestesi pada pasien bedah tulang belakang. Kata kunci: Dexmedetomidine, Magnesium Sulfate, Bedah Tulang Belakang, Peradangan, Hemodinamik, Penggunaan Opioid, Pemulihan Pascabedah
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dexmedetomidine, Magnesium Sulfate, Bedah Tulang Belakang, Peradangan, Hemodinamik, Penggunaan Opioid, Pemulihan Pascabedah |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 04 Nov 2025 03:39 |
| Last Modified: | 04 Nov 2025 03:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50459 |
