AMIR, NURWAHIDAH (2025) GAMBARAN PROSES PENERIMAAN DIRI IBU TUNGGAL YANG MEMILIKI ANAK DOWN SYNDROME = DESCRIPTION OF THE SELF-ACCEPTANCE PROCESS OF SINGLE MOTHERS WHO HAVE CHILDREN WITH DOWN SYNDROME. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C021211012-SPjoRuE3TpYQbUs1-20250514154911.jpg
Download (243kB) | Preview
C021211012-1-2.pdf
Download (364kB)
C021211012-dp.pdf
Download (290kB)
C021211012-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 April 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Kelahiran anak adalah momen yang sangat dinanti oleh setiap pasangan, namun tidak semua orang tua dapat mewujudkan harapan untuk memiliki anak yang sehat, terutama bagi mereka yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus seperti down syndrome, yang terjadi pada 1 dari 1.000 kelahiran hidup menurut WHO. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses ibu tunggal dengan anak down syndrome menerima dirinya dan bagaimana proses yang terjadi sehingga dapat tercipta penerimaan diri (self acceptance). Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami proses penerimaan diri pada ibu tunggal yang memiliki anak down syndrome. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan pendekatan theory-driven. Keabsahan data diuji melalui member checking dan confirmability. Hasil: Gambaran proses penerimaan diri pada ibu tunggal dengan anak down syndrome merupakan perjalanan emosional yang kompleks, dimulai dari tahap penolakan, kemarahan yang dirasakan, tawar-menawar dengan keadaan, depresi, hingga akhirnya mencapai penerimaan. Tahap penolakan, mereka mengalami berbagai reaksi emosional seperti kaget, bingung, dan sedih. Seiring waktu, muncul kemarahan akibat realitas yang tidak sesuai dengan harapan. Menghadapi situasi tersebut, mereka berusaha mencari cara untuk memperbaiki keadaan, seperti mencoba berbagai terapi, meningkatkan kondisi ekonomi, atau memperkuat pendekatan spiritual. Tantangan yang dihadapi menyebabkan mereka merasa kelelahan secara fisik dan emosional, sehingga berujung pada tahap depresi, dimana para ibu merasa putus asa, cemas terhadap masa depan para anaknya, serta mengalami gangguan emosional dan kesehatan. Melalui proses refleksi dan usaha yang berkelanjutan, para ibu tunggal dengan anak down syndrome dapat mengembangkan penerimaan diri yang lebih baik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ibu Tunggal, Penerimaan Diri, Down Syndrome, Emosional |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Psikologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 04 Nov 2025 00:34 |
| Last Modified: | 04 Nov 2025 00:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50440 |
