FAKHIRAH, ANNISA NUR (2025) POTENSI JAMUR ASAL TANAH KAWASAN KARST MAROS-PANGKEP SEBAGAI KANDIDAT ANTIMIKROBA TERHADAP BAKTERI PATOGEN SECARA IN VITRO DAN IN SILICO = The Antimicrobial Potential of Fungi Isolated from the Karst Soil of Maros-Pangkep Against Pathogenic Bacteria Through In Vitro and In Silico. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H041211023-Cover.png
Download (751kB) | Preview
H041211023-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (85kB)
H041211023-dp(FILEminimizer).pdf
Download (86kB)
H041211023-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 10 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kawasan karst memiliki ekosistem unik dengan keanekaragaman mikroorganisme yang tinggi, termasuk jamur yang merupakan salahsatu mikroorganisme yang mampu menghasilkan metabolit sekunder yang dapat berperan sebagai antimikroba. Resistensi antibiotik menjadi permasalahan serius dalam dunia kesehatan, terutama terhadap bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Oleh karena itu, eksplorasi sumber antibiotik alami menjadi penting untuk mengatasi tantangan ini. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui potensi jamur dari beberapa gua di kawasan karst Maros-Pangkep sebagai antimikroba terhadap bakteri patogen Escherichia coli dan Staphylococcus aureus serta mengetahui jenis isolat jamur yang potensial dan senyawa antimikroba yang dihasilkan secara in vitro dan in silico oleh jamur dari kawasan karst Maros-Pangkep. Metode. Penelitian ini terdiri atas 7 tahapan, yaitu: Isolasi Jamur, Uji Antagonis, Karakterisasi Jamur, Pengujian aktivitas antibakteri pada bakteri uji, Analisis Senyawa Bioaktif menggunakan GC-MS, Uji in silico dengan molecular docking, dan Identifikasi Jamur menggunakan sekuensing ITS. Hasil. Isolat jamur yang diperoleh dari tanah kawasan Karst Maros-Pangkep yaitu pada Leang Kassi, Leang Jarie, dan Leang Ulu Wae memiliki karakteristik yang berbeda dan memiliki potensi sebagai antimikroba. Adapun isolat dari Leang Ulu Wae dengan kode LU7(1) memiliki kemampuan daya hambat paling kuat terhadap pertumbuhan bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kesimpulan. Isolat dengan kode LU7(1) memiliki potensi sebagai antimikroba terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menghasilkan senyawa dengan persen area tertinggi dalam uji in silico yaitu 1,3-Butanediol dan dl-Thereonine. Hasil identifikasi isolat jamur LU7(1) menggunakan sekuensing ITS menunjukkan kemiripan homologi terdekat dengan Aspergillus niger ATCC 16888 ITS region.
Keyword : Karst Maros-Pangkep, Jamur Penghasil Antimikroba, Bakteri Patogen, Molecular Docking, ITS.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Karst Maros-Pangkep, Antimicrobial-Producing Fungi, Pathogenic Bacteria, Molecular Docking, ITS. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 03 Nov 2025 05:51 |
| Last Modified: | 03 Nov 2025 05:51 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50416 |
