AZZURAH, FAHRA AQILLA (2025) Kinerja Analitik Pengukuran Kadar Tembaga (Cu) pada Sedimen di Perairan Biringkassi dengan Metode Flame Atomic Absorption Spectrometry (FAAS) = Analytical Performance of Copper (Cu) Level Measurement on Sediments in Biringkassi Waters with Flame Atomic Absorption Spectrometry (FAAS). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H031211041-Cover.jpg
Download (286kB) | Preview
H031211041-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (342kB)
H031211041-dp(FILEminimizer).pdf
Download (165kB)
H031211041-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 27 May 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Sedimen banyak mengandung logam berat salah satunya adalah logam tembaga. Aktivitas industri merupakan salah satu penyebab adanya kandungan logam tembaga pada sedimen. Tembaga akan terserap oleh organisme dalam perairan dan berbahaya jika keberadaannya melebihi ambang batas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter kinerja analitik dan validitas hasil pengukuran metode penentuan kadar tembaga dalam sedimen menggunakan instrumen Flame Atomic Absorption Spectrometry (FAAS). Metode. Parameter uji yang dilakukan dalam penelitian ini adalah liniearitas, akurasi, presisi, batas deteksi, batas kuantitasi, ketahanan metode, dan estimasi ketidakpastian pengukuran. Hasil. Nilai parameter kinerja analitik yang diperoleh adalah liniearitas r sebesar 0,9999 dengan akurasi 96%. Persen CV untuk presisi repeatability adalah 0,77% dan reproducibility adalah 1,38%. Nilai limit deteksi dan limit kuantitasi masing-masing adalah 0,0091 mg/L dan 0,03 mg/L. Ketahanan metode diperoleh nilai T hitung < T tabel dan F hitung < F tabel serta estimasi ketidakpastian yang dihasilkan sebesar 0,0249 mg/L. Kesimpulan. Validitas hasil pengukuran dari metode penentuan tembaga dalam sedimen menggunakan instrumen Flame Atomic Absorption Spectrometry (FAAS) telah dipenuhi dan dapat digunakan sebagai analisis rutin dalam laboratorium dan kadar tembaga dalam sedimen di perairan Biringkassi yang dihasilkan sebesar sebesar 7,48 mg/kg dan telah memenuhi batas ambang maksimum logam tembaga dalam sedimen yaitu 49,98 mg/kg berdasarkan United States Environmental Protection Agency (US-EPA).
Keyword : copper, analytical performance, sediment, FAAS.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Copper, analytical performance, sediment, FAAS. |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Ilmu Kimia |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 03 Nov 2025 05:38 |
| Last Modified: | 03 Nov 2025 05:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50405 |
