PONGBULINTONG, KLEMENS (2025) Analisis Komparatif Laju Korosi Pelat Baja Akibat Paparan Alami Lingkungan Pesisir Kota Makassar dan Non-Pesisir Gowa = Comparative Analysis of Corrosion Rate of Steel Pelates Due to Natural Exposure in Coastal Environment of Makassar City and Non-Coastal Gowa. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D011211051_SKRIPSI_COVER.jpg
Download (501kB) | Preview
D011211051_SKRIPSI_BAB 1-2.pdf
Download (1MB)
D011211051_SKRIPSI_DAPUS.pdf
Download (127kB)
D011211051_SKRIPSI_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 September 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Pembangunan infrastruktrur yang masif di Indonesia memberikan peluang bagi penggunaan baja sebagai material dominan. Keunggulan utama penggunaan material ini adalah kemampuannya dalam menahan beban yang tinggi dengan berat yang relatif ringan. Namun, penggunaan material ini dihadapkan pada tantangan berupa korosi yang telah terbukti menyebabkan kegagalan struktural dan ekonomi di berbagai negara. Meskipun merupakan proses alami, laju korosi erat kaitannya dengan kondisi lingkungan seperti suhu, Kelembapan dan faktor geografis. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif laju korosi pelat baja akibat paparan alami di lingkungan pesisir Kota Makassar dan non-pesisir Kabupaten Gowa serta pengaruh sudut pemasangan alat terhadap laju korosi. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekspos di lingkungan terbuka. Metode eksperimen dilakukan dengan pemaparan pelat secara langsung di lingkungan pesisir dan non pesisir. Hasil. (1) Total laju korosi daerah pesisir Kota Makassar untuk sudut 45°, 90°, dan 180° berturut-turut sebesar 64,11; 55,08; dan 84,11 Mpy, sedangkan daerah non-pesisir Kab. Gowa sebesar 5,74; 5,09; dan 9,16 Mpy. (2) Sudut pemasangan 180° menghasilkan laju korosi tertinggi, sementara sudut 90° menghasilkan laju korosi terendah di kedua lokasi. (3) Berdasarkan perbandingan, laju korosi pesisir Kab. Aceh Barat lebih rendah dibandingkan pesisir Kota Makassar, demikian pula wilayah non-pesisirnya. Laju korosi pada tahun kedua di Kota Makassar dengan sudut pemaparan 45° lebih rendah dibandingkan tahun pertama hal ini berkaitan dengan lamanya waktu pemaparan dan periode pengambilan data. (4) Analisis visual menunjukkan kategori korosi C4 (tinggi) pada pesisir Kota Makassar, dan kategori C2 (rendah) di wilayah non-pesisir Kab. Gowa. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lingkungan pesisir Kota Makassar memiliki laju korosi yang lebih tinggi dibandingkan lingkungan non-pesisir Kabupaten Gowa, dengan nilai tertinggi terjadi pada sudut pemasangan 180°. Sudut pemasangan alat memberikan pengaruh signifikan terhadap besarnya laju korosi, di mana sudut 180° menunjukkan laju korosi tertinggi, sedangkan sudut 90° memiliki laju korosi terendah pada kedua lokasi. Selain itu, faktor lingkungan seperti suhu tinggi, Kelembapan udara, dan kadar garam yang lebih tinggi di daerah pesisir turut mempercepat korosi. Secara visual, pelat di Kota Makassar menunjukkan kategori korosi C4 (tinggi), sedangkan pelat di Kabupaten Gowa berada dalam kategori C2 (rendah). Dengan demikian, aspek lingkungan dan sudut pemasangan alat perlu diperhatikan secara cermat dalam merancang struktur baja agar tercapai ketahanan optimal terhadap korosi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Baja, Laju Korosi, Pesisir, Non-Pesisir, Sudut Pemasangan |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | stfathirah s |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 22:12 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 22:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50399 |
