YONATHAN, THEATANIA TRISNA (2025) HUBUNGAN ANTARA MYOCARDIAL IRON CONCENTRATION MRI CARDIAC T2* DAN R2* DENGAN KADAR FERRITIN SERUM PADA PASIEN ANAK DENGAN β-THALASSEMIA DI RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO = RELATIONSHIP BETWEEN MYOCARDIAL IRON CONCENTRATION MRI CARDIAC T2* AND R2* WITH SERUM FERRITIN LEVELS IN PEDIATRIC PATIENTS WITH β-THALASSEMIA AT RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C125212010-a5fwuPQoLgeU8JjA-20250509095257.jpg
Download (430kB) | Preview
C125212010-1-2.pdf
Download (663kB)
C125212010-dp.pdf
Download (268kB)
C125212010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 March 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
β-thalassemia adalah kelainan darah bawaan yang membutuhkan transfusi seumur hidup, yang dapat menyebabkan kelebihan zat besi dan kerusakan organ lanjutan. Akumulasi zat besi pada jantung adalah penyebab utama kematian pada pasien β-thalassemia. MRI cardiac T2* adalah gold-standard untuk menilai konsentrasi zat besi pada miokardium, tetapi korelasinya dengan kadar feritin serum masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar feritin serum, myocardial iron concentration (MIC), dan intensitas miokard menggunakan MRI cardiac 3 Tesla pada pasien anak dengan β-thalassemia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross-sectional yang dilakukan di Makassar dari November 2024 hingga Maret 2025. Didapatkan sampel anak dengan β-thalassemia sebanyak 28 pasien. Kadar feritin serum dicatat serta dilakukan penilaian sekuens T2* dan R2* MRI jantung. Analisis deskriptif dan korelasi dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney, Chi-Square, Kruskal-Wallis, dan uji Spearman, dengan signifikansi statistik ditetapkan pada p <0,05. Kadar feritin serum yang didapatkan berkisar antara 523,2 hingga 14.696,9 ng/ml. Tidak ada hubungan yang signifikan yang ditemukan antara kadar feritin serum dengan nilai T2*, R2* dan intensitas miokardium pada MRI cardiac (dengan nilai p masing-masing 0,175, 0,735 dan 0,541). Namun, intensitas miokard berkorelasi secara signifikan dengan nilai kuantitatif T2* (p = 0,002, r = 0,552). Feritin serum tidak dapat diandalkan untuk mencerminkan konsentrasi zat besi miokard pada pasien anak dengan β-Thalassemia. Sedangkan, intensitas miokardium secara signifikan berhubungan dengan nilai kuantitatif T2* pada MRI cardiac, memperkuat perannya dalam menilai kelebihan zat besi jantung. MRI merupakan metode yang paling dapat diandalkan dan lebih direkomendasikan untuk mengevaluasi pengendapan zat besi pada jantung dalam populasi ini.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | β-thalassemia, serum ferritin, T2* MRI cardiac |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Radiologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 03 Nov 2025 04:04 |
| Last Modified: | 03 Nov 2025 04:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50394 |
