RANTE, TRY ENOS OKTAFIAN (2025) EFEK PEMBERIAN REGIMEN BEDAQULIN TERHADAP PEMANJANGAN INTERVAL QTc PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT= EFFECT OF BEDAQULINE REGIMEN ON PROLONGATION OF QTc INTERVAL IN DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS PATIENTS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C165201008-leB6uo21GsQOz0hi-20250506103453.jpg
Download (384kB) | Preview
C165201008-1-2.pdf
Download (171kB)
C165201008-dp.pdf
Download (87kB)
C165201008-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 January 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban tuberkulosis (TBC) dan TBC resistan obat (TBC RO) tertinggi di dunia. Pada tahun 2022, diperkirakan 2,2% dari pasien TBC baru dan 25% dari pasien TBC yang pernah diobati di Indonesia merupakan pasien TBC RO. Salah satu regimen pengobatan TBC RO menggunakan bedaquilin yang memiliki efek pemanjangan interval qt correction (QTc). Pemanjangan interval QTc menjadi salah satu penyebab kejadian aritmia torsade de pointes (TdP) yang mengancam nyawa. Tujuan. Mengetahui efek terapi regimen bedaquilin terhadap pemanjangan interval QTc pada pasien TBC-RO. Metode. Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif terhadap 75 pasien TBCRO yang berobat di poli rawat jalan RSUD Labuang Baji Makassar yang mendapatkan bedaquilin, kemudian dilakukan evaluasi EKG selama 6 bulan untuk mengevaluasi interval QTc. Hasil. Pada kelompok pasien TBC RO dengan usia lebih dari 60 tahun dan kurang dari 60 tahun, selama masa pengobatan, kedua kelompok menunjukkan perubahan interval QTc yang signifikan dari nilai baseline mereka, yang dibuktikan dengan hasil uji ANOVA untuk kelompok ≥60 tahun (p<0,001) dan uji Friedman untuk kelompok <60 tahun (p<0,001). Hasil yang signifikan juga didapatkan pada kelompok usia ini, dimana terlihat pada bulan keenam pengobatan pada kelompok usia ≥60 tahun menunjukkan nilai interval QTc yang secara bermakna lebih tinggi (median 520,0 ms) dibandingkan kelompok usia <60 tahun (median 455,0 ms) (p=0,034). Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi regimen bedaquiline pada pasien TBC RO memberikan efek pemanjangan interval QTc yang signifikan dan konsisten selama masa pengobatan enam bulan. Faktor usia merupakan determinan utama dalam pemanjangan interval QTc, dimana kelompok usia lanjut menunjukkan risiko yang lebih tinggi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | TBC RO; Bedaquilin; Interval QTc; Usia lanjut |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 31 Oct 2025 03:01 |
| Last Modified: | 31 Oct 2025 03:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50382 |
