EFEKTIVITAS PENAMBAHAN KARBAZOKROM TERHADAP TERAPI KOMBINASI VITAMIN C DAN K PADA PASIEN HEMOPTISIS AKIBAT PENYAKIT PARU = EFFECTIVENESS CARBAZOCHROME TO COMBINATION THERAPY OF VITAMIN C AND K IN PATIENTS WITH HEMOPTYSIS DUE TO LUNG DISEASE


AMAHORU, REZA FAHLEFI (2025) EFEKTIVITAS PENAMBAHAN KARBAZOKROM TERHADAP TERAPI KOMBINASI VITAMIN C DAN K PADA PASIEN HEMOPTISIS AKIBAT PENYAKIT PARU = EFFECTIVENESS CARBAZOCHROME TO COMBINATION THERAPY OF VITAMIN C AND K IN PATIENTS WITH HEMOPTYSIS DUE TO LUNG DISEASE. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
C185202007---------.png

Download (194kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C185202007-1-2.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C185202007-dp.pdf

Download (148kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
C185202007-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 January 2027.

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang : Hemoptisis yang disebabkan oleh kondisi seperti tuberkulosis, kanker paru, dan bronkiektasis, timbul akibat pecahnya pembuluh darah paru akibat infeksi atau peradangan. Carbazochrome, agen hemostatik, membantu mengurangi perdarahan dengan menstabilkan kapiler. Menggabungkan karbazokrom dengan vitamin C dan K, yang meningkatkan integritas pembuluh darah dan meningkatkan koagulasi, dapat meningkatkan efektivitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah kombinasi karbazokrom, vitamin C, dan vitamin K memberikan kontrol hemostatik yang lebih baik pada pasien hemoptisis dibandingkan vitamin C dan K saja. Metode : Penelitian kohort retrospektif dilakukan pada 50 pasien hemoptisis di RS Labuang Baji Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data rekam medis. Hasil : Penelitian menemukan median pasien berusia 47 tahun, sebagian besar berjenis kelamin laki- laki (57 pasien) dan menderita hemoptisis nonmasif (82 pasien). Karbazokrom efektif pada semua kelompok kecuali penderita tuberkulosis MDR, bronkiektasis, dan aspergilloma, menurunkan durasi hemoptisis secara signifikan (OR 10.92, p=0.00) Kesimpulan : Kombinasi karbazokrom, vitamin C, dan vitamin K efektif memperpendek durasi hemoptisis terutama pada kasus tuberkulosis dan kanker paru. Dengan menstabilkan kapiler, memperkuat pembuluh darah, dan meningkatkan koagulasi, pendekatan sinergis ini mempercepat penghentian perdarahan, menawarkan pengobatan yang menjanjikan untuk hemoptisis dan meningkatkan hasil pengobatan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : Hemoptisis; karbazokrom; asam askorbat; Vitamin K.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 30 Oct 2025 02:27
Last Modified: 30 Oct 2025 02:27
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50359

Actions (login required)

View Item
View Item