PERBANDINGAN PROFIL GLIKEMIK PADA PASIEN LIMFOMA MALIGNA NON HODGKIN YANG MENJALANI KEMOTERAPI R-CHOP DAN CHOP DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO, RSP UNIVERSITAS HASANUDDIN DAN RST PELAMONIA = Comparison of Glycemic Profiles in Non Hodgkin Lymphoma Patients Undergoing R-CHOP and CHOP Chemotherapy at Rsup Dr. Wahidin Sudirohusodo, Rsp Hasanuddin University And Rst Pelamonia.


FRANSHUID, RIO MALANO (2025) PERBANDINGAN PROFIL GLIKEMIK PADA PASIEN LIMFOMA MALIGNA NON HODGKIN YANG MENJALANI KEMOTERAPI R-CHOP DAN CHOP DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO, RSP UNIVERSITAS HASANUDDIN DAN RST PELAMONIA = Comparison of Glycemic Profiles in Non Hodgkin Lymphoma Patients Undergoing R-CHOP and CHOP Chemotherapy at Rsup Dr. Wahidin Sudirohusodo, Rsp Hasanuddin University And Rst Pelamonia. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of C035201002-6VMYoS9bExkcPtsX-20250429093409.png]
Preview
Image
C035201002-6VMYoS9bExkcPtsX-20250429093409.png

Download (366kB) | Preview
[thumbnail of C035201002-1-2.pdf] Text
C035201002-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of C035201002-dp.pdf] Text
C035201002-dp.pdf

Download (135kB)
[thumbnail of C035201002-frulllll.pdf] Text
C035201002-frulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: Limfoma non-Hodgkin terdiri dari berbagai neoplasma ganas jaringan limfoid dengan perilaku biologis dan klinis yang berbeda. Regimen R-CHOP, yang menggabungkan Rituximab, Siklofosfamid, Doksorubisin, Vinkristin, dan Prednison, digunakan secara luas dalam pengobatan. Kortikosteroid seperti prednison, sangat penting dalam kemoterapi awal meskipun pemilihan rejimen tergantung pada jenis limfoma. Metabolisme glukosa yang abnormal merupakan efek samping yang signifikan dari glukokortikoid. Penelitian ini menyelidiki perubahan profil glikemik pada pasien yang diobati dengan R-CHOP dan CHOP. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kohort prospektif yang bersifat analitik observasional yang dilakukan di Laboratorium Hematologi dan Poliklinik Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL) Dr. Wahidin Sudirohusodo, Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Hasanuddin dan Rumah Sakit Angkatan Darat (RST) Pelamonia. Hasil: Kadar gula darah puasa (GDS) meningkat signifikan pada pasien limfoma non-Hodgkin pasca kemoterapi: 4,02 mg/dl setelah siklus pertama, 3,05 mg/dl setelah siklus kedua, dan 2,51 mg/dl setelah siklus ketiga. Gula Darah Puasa (GDP) juga meningkat signifikan: 7,17 mg/dl setelah siklus pertama, 6,51 mg/dl setelah siklus kedua, dan 2,22 mg/dl setelah siklus ketiga. Analisis perbandingan menunjukkan bahwa peningkatan tertinggi GDS dan GDP terjadi pada siklus pertama, menurun secara progresif pada siklus berikutnya. Kesimpulan: Pada penelitian ini, terdapat peningkatan signifikan kadar GDS setelah menjalani kemoterapi pada siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga. Rata-rata perubahan GDS dan GDP antar siklus kemoterapi menunjukkan bahwa peningkatan kadar GDS dan GDP tertinggi terdapat pada siklus pertama, kemudian siklus kedua, dan terendah setelah kemoterapi siklus ketiga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit THT
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 30 Oct 2025 01:03
Last Modified: 30 Oct 2025 01:03
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50338

Actions (login required)

View Item
View Item