ATIKAH, MUTHIAH NURUL (2025) ANALISIS KADAR YODIUM PADA GARAM KONSUMSI BERDASARKAN WADAH DAN CARA PENYIMPANAN = ANALYSIS OF IODINE LEVELS IN CONSUMPTION SALT BASED ON CONTAINER AND STORAGE METHOD. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021211073-Cover.png
Download (99kB) | Preview
K021211073-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (360kB)
K021211073-dp(FILEminimizer).pdf
Download (137kB)
K021211073-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 28 October 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Penurunan kadar yodium dalam garam konsumsi merupakan penyebab berkurangnya efektivitas garam beryodium sebagai upaya pencegahan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Kadar yodium dalam garam konsumsi dapat menurun selama proses penyimpanan akibat penggunaan jenis wadah dan cara penyimpanan yang tidak sesuai, sehingga dapat mempercepat degradasi yodium. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis wadah dan cara penyimpanan terhadap kadar yodium pada garam konsumsi. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, dilaksanakan pada Februari-Maret 2025 di Laboratorium Kimia-Biofisik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih jenis garam halus dari satu merek yang tersedia di pabrik, kemudian dikombinasikan ke dalam 12 perlakuan berdasarkan jenis wadah dan cara penyimpanan. Kadar yodium diukur menggunakan metode titrasi iodometri secara duplo. Data dianalisis secara univariat dan secara bivariat menggunakan uji paired t-test, one way ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji post hoc turkey B. Hasil: Secara deskriptif, kadar yodium rata-rata sebelum penyimpanan adalah 112,45 ppm dan menurun menjadi 78,20 ppm setelah penyimpanan, dengan persentase penurunan sebesar 30,47%. Kadar yodium akhir tertinggi ditemukan pada penyimpanan dalam wadah kaca tertutup yang terpapar sinar matahari sebesar 103,74 ppm, diikuti oleh kaca tertutup tidak terpapar sinar matahari sebesar 94,16 ppm. Sementara itu, kadar yodium pada kaca terbuka terpapar dan tidak terpapar sinar matahari masing-masing sebesar 79,80 ppm dan 75,01 ppm. Untuk wadah plastik, kadar yodium akhir tertinggi terdapat pada kondisi tertutup tidak terpapar sinar matahari sebesar 82,99 ppm, disusul oleh kondisi tertutup terpapar sebesar 79,80 ppm, terbuka terpapar sinar matahari sebesar 78,20 ppm, dan terbuka tidak terpapar sinar matahari sebesar 65,43 ppm. Sementara itu, kadar yodium pada garam yang disimpan dalam plastik kemasan menunjukkan nilai akhir yang lebih rendah, dengan kondisi tertutup tidak terpapar sinar matahari sebesar 79,80 ppm, terbuka terpapar sinar matahari sebesar 71,82 ppm, serta kondisi terbuka tidak terpapar sinar matahari dan tertutup terpapar sinar matahari masing-masing sebesar 63,84 ppm. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat penurunan kadar yodium yang signifikan sebelum dan sesudah penyimpanan (p = 0,000). Hasil uji one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kadar yodium akhir berdasarkan jenis wadah dan cara penyimpanan (p < 0,05). Uji post hoc Turkey B menunjukkan bahwa beberapa kelompok perlakuan memiliki perbedaan bermakna. Kesimpulan: Jenis wadah dan cara penyimpanan dapat memengaruhi kadar yodium pada garam konsumsi setelah penyimpanan. Penggunaan wadah tertutup, khususnya kaca, lebih efektif dalam mempertahankan kadar yodium.
Keyword : Garam konsumsi, kadar yodium, cara penyimpanan, jenis wadah, titrasi iodometri, GAKY.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Table salt, iodine levels, storage method, container type, iodometric titration, IDD. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 00:22 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 00:22 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50306 |
