HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI SANTRI DI PONDOK PESANTREN YASRIB WATANSOPPENG = THE RELATIONSHIP BETWEEN MENTAL HEALTH AND DIETARY PATTERNS WITH THE NUTRITIONAL STATUS OF STUDENTS AT YASRIB ISLAMIC BOARDING SCHOOL, WATANSOPPENG


MUSDALIFAH, MUSDALIFAH (2025) HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI SANTRI DI PONDOK PESANTREN YASRIB WATANSOPPENG = THE RELATIONSHIP BETWEEN MENTAL HEALTH AND DIETARY PATTERNS WITH THE NUTRITIONAL STATUS OF STUDENTS AT YASRIB ISLAMIC BOARDING SCHOOL, WATANSOPPENG. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K021211053-Cover.jpg

Download (329kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
K021211053-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (440kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K021211053-dp(FILEminimizer).pdf

Download (209kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K021211053-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 13 June 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

MUSDALIFAH. Hubungan Kesehatan Mental dan Pola Makan dengan Status Gizi Santri di Pondok Pesantern Yasrib Watansoppeng (dibimbing oleh Healthy Hidayanty). Latar Belakang: Santri di pondok pesantren sering menghadapi tantangan gizi akibat keterbatasan akses makanan dan tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik, konsentrasi belajar, serta meningkatkan risiko penyakit kronis. Pola makan tidak seimbang dan gangguan kesehatan mental turut memengaruhi status gizi. Tujuan: Mengetahui hubungan kesehatan mental dan pola makan dengan status gizi santri di Pondok Pesantren Yasrib Watansoppeng. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 261 santri. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-42 untuk mengukur kesehatan mental, FFQ untuk menilai pola makan, dan pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi berdasarkan z-score. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki 55,6%, berusia 13 tahun 41% dan suku bugis 88,9%. Adapun santri yang mengalami gejala depresi sebanyak 34,1%, kecemasan 56,7%, dan stres 42,1%. Santri yang sering mengonsumsi makanan sumber karbohidrat sebanyak 50,2%, protein dan lemak 49,4%, vitamin dan mineral 48,7%, serta makanan/minuman kemasan 51%. Santri yang memiliki status gizi kurang sebanyak 5,8% dan status gizi lebih 24,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara gejala depresi, kecemasan, stres, dan konsumsi makanan/minuman kemasan dengan status gizi santri p < 0,05. Namun, tidak terdapat hubungan antara konsumsi makanan jenis karbohidrat, protein dan lemak, serta vitamin dan mineral dengan status gizi santri p > 0,05. Kesimpulan: Didapatkan lebih banyak santri dengan gejala gangguan kesehatan mental (depresi, kecemasan, dan stres) yang memiliki status gizi tidak normal (gizi kurang atau gizi lebih). Namun, santri yang memiliki pola makan sering lebih bervariasi sehingga tidak menunjukkan hubungan. Disaranakan remaja, sekolah dan orang tua lebih memperhatikan pola makan dan kesehatan mental santri untuk mendukung status gizi santri yang lebih optimal.

Keyword : Kesehatan Mental, Pola Makan, Status Gizi, Remaja, Santri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Mental Health, Dietary Pattern, Nutritional Status, Adolescents, and Santri.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 30 Oct 2025 00:21
Last Modified: 30 Oct 2025 00:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50290

Actions (login required)

View Item
View Item