IHSAN, NUURUNNISAA TANRI ZAHRATUTSANIY (2025) Hubungan Screen Time dengan Konsentrasi Belajar dan Status Gizi pada Remaja di SMA Negeri 20 Gowa = The Association of Screen Time with Learning Concentration and Nutritional Status among Adolescents at Senior High School 20 Gowa. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021211049-Cover.jpg
Download (283kB) | Preview
K021211049-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (732kB)
K021211049-dp(FILEminimizer).pdf
Download (422kB)
K021211049-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia paling aktif menggunakan internet, dengan Gen Z tercatat sebagai pengguna terbanyak dan rata-rata screen time mencapai 7 jam 42 menit/hari. Screen time berlebihan dapat memengaruhi konsentrasi belajar serta berdampak pada status gizi kurang maupun gizi lebih. Berdasarkan SKI 2023 di Sulawesi Selatan, prevalensi gizi kurang pada remaja usia 16–18 tahun sebesar 12,2%, dan gizi lebih sebesar 12,9%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan screen time dengan konsentrasi belajar dan status gizi pada remaja di SMA Negeri 20 Gowa. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Populasi pada penelitian ini sebanyak 375 orang dengan sampel 195 siswa yang diperoleh menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu microtoice, timbangan berat badan digital, kuesioner screen time dan kuesioner konsentrasi belajar. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (54,9%) dan berusia 16 tahun (51,3%). Berdasarkan hasil penelitian, dari 195 siswa, 97 siswa (49,7%) memiliki screen time berlebih, 112 siswa (57,4%) memiliki konsentrasi belajar kurang, dan 40 siswa memiliki status gizi tidak normal, terdiri dari 23 siswa (11,8%) gizi kurang dan 17 siswa (8,7%) gizi lebih. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara screen time dengan konsentrasi belajar (p = 0,007) dan status gizi (p = 0,004). Kesimpulan: Screen time berlebih cenderung memiliki konsentrasi belajar yang rendah dan status gizi yang tidak normal. Saran: Disarankan agar siswa mengontrol screen time, membatasi penggunaan recreative maksimal 2 jam/hari, memanfaatkan gadget untuk aktivitas positif, dan menghindari multitasking saat belajar.
Keyword : Remaja, Screen Time, Konsentrasi Belajar, Status Gizi, Gadget.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Adolescents, Screen Time, Learning Concentration, Nutritional Status, Gadgets. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 06:47 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 06:47 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50282 |
