TAHAPAN KEDUKAAN (5 STAGES OF GRIEF) PEMERAN UTAMA WANITA DALAM NOVEL “SOREDEMO, HAPPI ENDO” KARYA SHUNKI HASHIZUME (PSIKOLINGUISTIK) = Five Stages of Grief Experienced by the Female Protagonist in Soredemo, Happi Endo by Shunki Hashizume (A Psycholinguistic Study)


ARILY, NURUL ALIAH PUSPITA (2025) TAHAPAN KEDUKAAN (5 STAGES OF GRIEF) PEMERAN UTAMA WANITA DALAM NOVEL “SOREDEMO, HAPPI ENDO” KARYA SHUNKI HASHIZUME (PSIKOLINGUISTIK) = Five Stages of Grief Experienced by the Female Protagonist in Soredemo, Happi Endo by Shunki Hashizume (A Psycholinguistic Study). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F081201053-oQRDz0aF9L15jwB2-20250514200234.jpg

Download (322kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
F081201053-1-2.pdf

Download (363kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F081201053-dp.pdf

Download (183kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
F081201053-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 April 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tahapan kedukaan yang dialami oleh pemeran utama wanita dalam novel Soredemo, Happi Endo karya Shunki Hashizume berdasarkan teori tahapan kedukaan (5 Stages of Grief) milik Kübler-Ross, yakni Penolakan (Denial), Marah (Anger), Menawar (Bargaining), Depresi (Depression), dan Penerimaan (Acceptance). Penelitian ini menggunakan pendekatan psikolinguistik dengan metode kualitatif-deskriptif. Data berupa kutipan-kutipan dari dialog batin dan narasi pemeran utama wanita dianalisis melalui teori semantik kontekstual untuk mengungkap makna diksi yang mencerminkan perubahan emosional selama proses berduka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima tahap kedukaan tergambarkan secara jelas melalui penggunaan diksi yang digunakan dan refleksi diri. Pada tahap Penolakan, pemeran utama menolak kenyataan melalui ungkapan penyangkalan. Tahap Marah ditandai oleh kemunculan kemarahan terhadap pihak yang telah meninggalkannya. Pada tahap Menawar, tokoh tampak berusaha bernegosiasi dengan kondisi yang telah terjadi. Sementara pada tahap Depresi, emosi duka mendominasi dan terungkap melalui pilihan kata yang melankolis. Akhirnya, tahap Penerimaan terlihat melalui penerimaan kenyataan secara emosional yang lebih stabil. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa dalam karya sastra dapat merepresentasikan proses psikologis secara mendalam melalui diksi dan konteks.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kedukaan, psikolinguistik, lima tahap kedukaan, semantik kontekstual, novel Jepang
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 29 Oct 2025 07:24
Last Modified: 29 Oct 2025 07:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50253

Actions (login required)

View Item
View Item